Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Atheistic Billboards Disturb God-Fearing America

Posted at at 4:14 PM on
Feb 22, 2010
Posted by Unknown Filed under: Be the first to leave a comment! Readmore »»

In a country where more than eight in 10 people regard themselves as religious, it takes more than a little guts to preach about a world without God. But that’s the message that is creeping across America, spreading ripples of dissent in its wake.

From Tampa in Florida, to Cincinnati, Ohio, and all the way across to Sacramento in California, billboards have been cropping up with messages that run across the grain of America’s normally devout discourse. “Don’t believe in God? You’re not alone!” were the first posters to be put up, in Arizona, Colorado, Texas and parts of the north-east. “Being a good person doesn’t require God,” read another.

The billboards are the work of a national group of atheists – or nontheists, as they call themselves – called United Coalition of Reason that seeks to encourage nonbelievers throughout America by bringing them together.”

Read more at The Guardian

via: derrenbrown



0 comments:

Special Tribute Ramadhan: Islam in Puerto Rico

Posted at at 8:50 AM on
Sep 14, 2008
Posted by Unknown Filed under: , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Well, Ririungan (RMGB) readers..masih melanjutkan posting terdahulu bernuansa islami, kali ini saya lampirkan keberadaan Islam di negeri Hispanic (Puerto Rico). Video-video ini atas kebaikan brother HispanicMuslim. May Allah bless all mukmin and muslim in the whole world.

Islam In Latin America




Islamic Centers in Puerto Rico




Tags: , ,

0 comments:

Mengapa Kita Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Satupun Artinya?

Posted at at 12:12 AM on
Sep 1, 2008
Posted by Unknown Filed under: Be the first to leave a comment! Readmore »»

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di sebuah perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Qur’an di meja makan di dapurnya.

Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu bertanya, Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang engkau lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?

Dengan tenang sang Kakek meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata, Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi, Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, Aku tidak mau satu ember air; aku hanya mau satu keranjang air.

Ayolah, usahamu kurang cukup, sang kakek pun pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, Lihat Kek, percuma!

Jadi kamu pikir percuma?

Kakek berkata, Lihatlah keranjangnya.

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, di dalam dan di luar dirimu.

Kopi Panas, eh paste dari : forceoneblack ; mengapa-mengapa-kita-membaca-al-quran-meski-tidak-mengerti-satupun-artinya

0 comments:

Iman dan Kiat-Kiat Meningkatkannya

Posted at at 8:04 AM on
May 19, 2008
Posted by Unknown Filed under: , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Masih berhubungan dengan artikel yakni berkenan dengan , kali ini dibahas tentang IMAN dan kiat-kiat yang menyertainya, lebih tepat kiat-kiat berkenan dengan lemah iman.

Artikel ini, masih juga merupakan kutipan yang bersumber dari situsnya Kang Dudung Abdussomad Toha. Saya lupa link halaman untuk Artikel ini disitus tersebut. Namun yang jelas, judul aslinya adalah seperti yang akan diuraikan selanjutnya. Silakan menikmati, jangan lupa diamalkan. Jika ada terdapat kesalahan yang Anda temukan di dalamnya, semata-mata itu dari kami. Sebaliknya, jika Anda menemukan kebenaran daripadanya, sesungguhnya itu berasal dari Allah SWT Tuhan seru sekalian Alam. Amin

Tanda-tanda Lemah Iman dan Kiat untuk mengatasinya
sumber : dudung dot net diposting pada 01 Desember 2006 - 16:50

Tanda-tanda Lemah Iman

  1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah
  2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur'an
  3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat
  4. Meninggalkan sunnah
  5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah
  6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
  7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
  8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari'ah
  9. Menginginkan jabatan dan kekayaan
  10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah
  11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
  12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya
  13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh
  14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid
  15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
  16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam
  17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan
  18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti
  19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan
  20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri

Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita:

  1. Tilawah Al-Qur'an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.
  2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya.  Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.
  3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.
  4. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.
    Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu.
  5. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
  6. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.
  7. Berdo'a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.
  8. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang hari itu.
  9. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukan perbuatan buruk.
  10. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.

0 comments:

Shalat Tasbih

Posted at at 7:57 AM on
Posted by Unknown Filed under: , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Saat sekarang untuk memperdalam Agama, dan kali ini tentang Shalat Tasbih.  Tulisan ini disalin dari Pesantren Virtual Dot Com dan ditulis oleh Ulin Niam Masruri.  Tidak ada maksud apa-apa selain hanya ingin membagi info tentang keutamaan salah satu Shalat ini bagi Reader Ririungan yang muslim.  Bagi yang non-muslim, Anda bisa juga membaca ini untuk dapat mengenal saudara yang muslim. Bagi yang keberatan, Anda dapat saja mengganti halaman ini dengan halaman/artikel lain sesuai kebutuhan Anda.

Tentang Shalat Tasbih
Oleh      : Ulin Niam Masruri

Sumber  : pesantren virtual

Kita sering mendengar yang namanya sholat tasbih, sebagian besar umat Islam sering melakukannya, karena merupakan salah satu sholat sunnah yang mana bisa dilakukan pada malam hari. maupun pada siang hari. Imam Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin mengatakan “Sholat tasbih ini adalah merupakan sholat yang pernah dilakukan oleh Rosululloh Saw, makanya kalau bisa alangkah baiknya bagi orang Islam untuk melakukannya minimal dalam seminggu sekali atau kalau tidak mampu mungkin dalam sebulan cukup sekali”.

Adapun tendensi hadis yang digunakan oleh ulama’ yang mengatakan bahwa sholat tasbih adalah sunnah berupa hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sholat bab sholat tasbih, Imam Turmuzi, Ibnu Majjah dalam kitab Iqoomah Assholah bab sholat tasbih, Ibnu Khuzaimah, Imam Baihaqi dalam bab sholat tasbih, Imam Thobroni dalam Mu’jam Alkabir dari Ibnu Abbas dan Abu Rofi’ bahwa dalam syarah hadis, Nabi telah menjelaskan kepada pamannya Abbas Bin Abdul Mutholib suatu amalan yang mana kalau dikerjakan oleh beliau dapat menyebabkan diampuni dosannya baik yang akan datang maupun yang telah lewat, salah satu amalan tersebut adalah sholat tasbih.

Adapun pakar hadis dalam menganalisa hadis ini melalui jalur sanad maupun matan terjadi perbedaan, diantara ulama’ ada yang mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih, ada lagi yang mengatakan bahwa hadis ini adalah lemah, bahkan ada juga yang mengatakan bahwa hadis ini sampai kederajad maudlu’.

Sanad Shalat Tasbih

a. Di antara pakar hadis yang mengatakan bahwa hadis ini shohih adalah Imam Muslim, Ibnu Khuzaimah, Imam Hakim, Ibnu Sholah, Alkhotib Albaghdadi, Al Munzhiri, Imam Suyuti, Abu Musa Almadini, Abu Said Al Sam’ani, Imam Nawawi, Abu Hasan Almaqdasi, Imam Subuki, Ibnu Hajar Al Asqolany, Ibnu Hajar Al Haitamy, Syekh Albani, Syekh Syuab Al Arnauth, Ahmad Syakir dan masih banyak lagi ulama’ yang lain.
Imam Hakim mengatakan bahwa yang menjadikan standar hadis tentang sholat tasbih shohih adalah terbiasa dikerjakan mulai para Tabiit Tabi’in sampai zaman sekarang .

Imam Daruqutni mengatakan hadis yang paling shohih dalam keutamaan surat adalah hadis yang menjelaskan keutamaan surat Al Ikhlas dan hadis yang paling shohih dalam keutamaan sholat adalah hadis yang menjelaskan tentang sholat tasbih. Demikian juga Syekh Muhammad Mubarokfuri mengatakan bahwa hadis yang menjelaskan tentang sholat tasbih tidak sampai turun pada derajat hadis hasan.

b. Sedangkan pakar hadis yang mengatakan bahwa hadis ini dhoif adalah Imam Ahmad Bin Hambal, Imam Mizzi, Syekh Ibnu Taimiyah, Ibnu Qudamah dan Imam Syaukani, sehingga dalam madzhab Hambali dijelaskan bahwa barang siapa yang melakukan sholat tasbih hukumnya adalah makruh akan tetapi seandainya ada orang yang melaksanakan sholat tersebut tidak apa-apa, karena perbuatan yang sunnah tidak harus dengan menggunakan dalil hadis yang shohih, namun pada akhirnya Imam Ahmad menarik fatwanya dengan mengatakan bahwa sholat tasbih adalah merupakan sesuatu amalan yang sunnah.

c. Adapun pernyataan Imam Ibnu Jauzi yang memasukkan hadis ini dalam kategori hadis maudlu’ mendapat banyak kritikan dari pakar hadis, mereka menganggap bahwa Ibnu Jauzi terlalu mempermudah dalam menghukumi suatu hadis sehingga hukum hadis yang sebetulnya shohih ataupun hasan kalau tidak sesuai dengan syarat yang beliau tetapkan langsung dilempar dalam hukum maudlu’.

Dari kajiaan sanad yang telah dilakukan oleh pakar hadis dapat disimpulkan bahwa hadis ini adalah hasan atau shohih karena banyaknya jalan periwayatan dan tidak adanya cacat, adapun yang mengatakan bahwa hadis ini adalah dloif karena hanya melihat satu jalan periwayatan saja dan tidak menggabungkan jalan periwayatan yang satu dengan yang lain, adapun pendapat Ibnu Jauzi tidak bersandarkan pada dalil yang kuat sehingga lemah untuk bisa diterima sebagai sandaran hukum.

Tata Cara Shalat Tasbih

Adapun cara kita melakukan sholat tasbih sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab fikih ada dua cara, yaitu sebagaimana berikut:

1. Melakukan sholat tasbih sebanyak empat rakaat, dimulai dengan takbir ikhrom setelah itu membaca doa istiftah kemudian membaca surat alfatihah dan membaca surat kemudian membaca:

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Sebanyak 15 kali kemudian ruku’ dengan membaca

سبحان ربي العظيم وبحمده
Sebanyak 3 kali kemudian membaca

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku membaca:

ربنا لك الحمد حمدا طيبا كثيرا مباركا ....الج
Kemudian membaca

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Demikian juga dalam sujud dan ketika bangun dari sujud, akan tetapi diperhatikan bahwa bacaan ini:

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
juga dibaca sebelum membaca tahiyyat ( tasyahud)

2. Setelah membaca takbir ikhrom dan doa iftitah membaca

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Sebanyak 15 kali kemudian membaca surat alfatihah dan surat kemudian membaca:

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Sebanyak 10 kali sebagaimana dalam cara yang pertama tadi, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam keadaan duduk istirahat (diantara dua sujud ) dan sebelum tasyahud tidak di anjurkan untuk membaca

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Cara yang kedua inilah menurut Iimam Ghozali yang paling baik.

 

Demikianlah kajian hadis yang dapat kami sampaikan dalam kegiatan I’tikaf pada kali ini, semoga bermanfaat.

Wallahu A’lam Bishowab.

 

0 comments:

Manfaat Sholat Bagi Kesehatan

Posted at at 9:32 AM on
Apr 27, 2008
Posted by Unknown Filed under: , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Shalat sebagai tiang agama adalah ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan shalat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!
Mari kita coba simak setiap gerakan dalam ibadah Solat berikut ini :

TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.


Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar.
Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi
bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I'TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih
lancar.

SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tumaâninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar & dalam.

PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu sikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.
Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.
Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-’organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya
otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.
Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

AWET MUDA
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

sumber: http://permiip.multiply.com/reviews/item/2

 

Technorati Tags: ,

0 comments:

Ayat-ayat cinta dan ayât mutasyâbihât Al Qur'an

Posted at at 4:35 AM on
Apr 12, 2008
Posted by Unknown Filed under: , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Mungkin ada dari kita yang sudah membaca Novel Ayat-Ayat Cinta (bukan menonton filmnya) sempat membaca kutipan dialog Mria kepada Fahri, sbb:

"Ia pernah cerita, suatu kali ia ikut diskusi tentang aspek kebahasaan Al-Qur’an di Fakultas Sastra Universitas Cairo. Pemakalahnya adalah seorang doktor filsafat jebolan Sorbonne Perancis. Maria merasa risih sekali dengan kepongahan doktor itu yang mengatakan Al-Qur’an tidak sakral karena dilihat dari aspek kebahasaan ada ketidakberesan. Doktor itu mencontohkan dalam Al-Qur’an ada rangkaian huruf yang tidak diketahui maknanya. Yaitu, alif laam miim, alif laam ra, haa miim, yaa siin, thaaha nuun, kaf ha ya ‘ain shaad, dan sejenisnya.  Maria berkata padaku, “Fahri, aku geli sekali mendengar perkataan doktor dari Sorbonne itu. Dia itu orang Arab, juga muslim, tapi bagaimana bisa mengatakan hal yang stupid begitu.  Aku saja yang Koptik bisa merasakan betapa indahnya Al-Qur’an dengan alif laam miim-nya. Kurasa rangkaian huruf-huruf seperti alif laam miim, alif laam ra, haa miim, yaa siin, nuun, kaf ha ya ‘ain shaad adalah rumus-rumus Tuhan yang dahsyat maknanya. Susah diungkapkan maknanya, tapi keagungannya bisa ditangkap oleh mereka yang memiliki cita rasa bahasa Arab yang tinggi. Jika susunan itu dianggap sebagai suatu ketidakberesan, orang-orang kafir Quraisy yang sangat tidak suka pada Al-Qur’an dan memusuhinya sejak dahulu tentu akan mengambil kesempatan adanya ketidakberesan itu untuk menghancurkan Al-Qur’an. Dan tentu mereka sudah mencela bahasa Al-Qur’an habis-habisan sepanjang sejarah. Namun kenyataannya, justru sebaliknya. Mereka mengakui keindahan bahasanya yang luar biasa. Mereka menganggap bahasa Al-Qur’an bukan bahasa manusia biasa tapi bahasa yang datang dari langit. Jadi kukira doktor itu benar-benar stupid. Tidak semestinya seorang doktor sekelas dia mengatakan hal seperti itu.”

Di balik kutipan dialog di atas, rangkaian huruf berupa kata-kata dipertebal adalah sesuatu yang menarik diulas.  Berikut penjelasan tentang AyatAyat Mutasyabihat yang terkandung dalam Al Qur'an  ;

 
Para ulama dalam memahami huruf-huruf ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama berpendapat bahwa huruf-huruf ini termasuk dalam ayat2 yang hanya diketahui makna dan maksudnya oleh Allah Swt. (ayât mutasyâbihât). Pendapat ini dikuatkan oleh Abu Bakar Ra; yang mengatakan bahwa huruf-huruf itu adalah rahasia Al Quran.

Para ahli ilmu kalam menentang pendapat ini. Sebab menurut mereka Al Quran sebagai kitab petunjuk tidak boleh berisikan hal-hal yang tidak dipahami oleh manusia.

Kelompok kedua mengatakan bahwa makna atau maksudnya diketahui, tapi mereka juga berbeda ketika menentukan makna pastinya. Para ulama menyebutkan puluhan pendapat tentang huruf ini. Saya pilihkan sepuluh  diantaranya.

  1. Huruf-huruf itu adalah huruf-huruf yang diambil dari nama  Allah. "Alif" misalnya dari kata Allah, "Lâm" dari kata "Lathif", "Mîm" dari "Majid", dst. Pendapat ini dikuatkan dengan kebiasaan orang Arab yang sering menyingkat beberapa kata dalam huruf2 tertentu. Misalnya ketika mengatakan 'berhenti' / "Waqafa" (dengan tiga huruf: Waw, Qaf dan Fa') mereka cukup menyebutkan huruf "Qaf".
  2. Huruf2 itu adalah nama Allah jika dirangkaikan antara satu dan lainnya. Misalnya "Alif lam ra'" ditambah "ha mim", dan ditambah "nun" menjadi "Ar Rahman"
  3. Huruf2 itu adalah nama Allah dan makhluknya. "Alif" adalah Allah, "Lam" adalah JibriL dan "Mim" adalah Muhammad
  4. Huruf-huruf itu dimaksudkan untuk mengagetkan masyarakat Arab yang umumnya ahli dalam ilmu syair dan pidato, dengan mendatangkan variasi kalimat dengan rangkaian huruf yang belum pernah dikenal sebelumnya.
  5. Untuk membangkitkan rasa penasaran dan minat bangsa Arab agar tertarik mendengarkan Al Quran.
  6. Untuk mengingatkan kafir qurays bahwa kitab suci yang tidak mampu  ditandingi itu terdiri dari huruf-huruf yang biasa mereka gunakan. Maka tidak ada alasan bagi mereka ketika tidak mampu membuat tandingannya.
  7. Sebagai tanda permulaan surat yang baru dan berakhirnya surat sebelumnya. Orang arab biasanya mengawali judul baru dari pembicaraan mereka dengan kalimat yang berbeda.
  8. Huruf-huruf itu adalah nama surat.
  9. Singkatan dari sebuah kalimat. "Alif lâm mîm" misalnya adalah singakatan dari "AnaLlahu a'laM" (Aku adalah Allah yang maha mengetahui). "Alif Lam Ra'" dari "AnaLlahu aRa" (Akulah Allah yang Maha Melihat), dst.
  10. Setiap huruf adalah singkatan dari sebuah kalimat pernyataan. "Alif" artinya "AllafalLahu Muhammadan Faba'atsahu Nabiyyan" (Allah menciptakan Muhammad dan ,menjadikannya nabi), dst.

Salam.

Lukmanul Hakim Abubakar (GM2020)

 

0 comments:

SURAT DARI SETAN UNTUK MU

Posted at at 3:50 AM on
Posted by Unknown Filed under: , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Aku melihatmu kemarin, saat engkau
memulai aktifitas harianmu.

Kau bangun tanpa sujud
mengerjakan subuhmu

Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu
Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

Hai Bodoh, Kamu millikku. Ingat, kau Dan aku sudahbertahun-tahun bersama,  Dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.

Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.

Dia sudah mencampakkan aku dari surga, Dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU Dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, Dan aku akan membuat kehidupanmuseperti neraka. Sehingga Kita bisa bersama dua kali
Dan ini akan menyakiti hati ALLAH Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang,
menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua. Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.

Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.
Aku ingin mengucapkan
'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.
Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.

Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.

Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.

Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.

Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukandosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangansalah sangka, aku masih tetap membencimu. Hanya sajakau harus menjadi orng tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan: Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak akan membagi surat ini dengansiapapun

By: Ahmad Fadli

Technorati Tags:

0 comments:

Suamiku, bacakan Riyadlush Shalihiin untukku

Suamiku tercinta ..., Sungguh rumah kita sepi dari majelis keimanan. Aku ingin engkau membacakan sebuah hadits setiap hari kepada kami dari kitab Riyaadlush Shaalihiin. Aku ingin kami bisa mendengar suara lantangmu menerangkan sirah Rasul Shallallaahu 'Alayhi Wasallam dari kitab-kitab sirah. Kapan engkau memulainya, suamiku ? Jangan katakan besok, tapi sekarang. Aku akan akan menyiapkan buku untukmu. Beri kami kesempatan untuk mendengar suaramu, menikmati duduk bersamamu, dan semua anak kita bergembira dengan sifat kebapakanmu (Rasa'il Mutabaadilah baina Zaujain, 'Abdul Maalik Al-Qaasim)

Ada fenomena yang cukup mengkhawatirkan di kalangan para Ummahat dewasa ini. Setelah menikah dan memiliki anak-anak, para Ummahat seringkali tidak sempat atau tidak diberi kesempatan untuk memperoleh ilmu syar'i yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Para ummahat seringkali mengeluh dengan gersangnya rumah dari limpahan cahaya ilmu dan keimanan. Banyak sebab mengapa hal itu terjadi. Padahal dulunya, ketika mereka masih gadis, mereka sangat aktif menghadiri majelis-majelis 'ilmu. Bahkan merekapun aktif berdakwah menyampaikan ilmu nya di kalangan mereka dan keluarga mereka. Keseharian mereka dulunya dipenuhi oleh lautan ilmu yang bermanfaat. Namun lihatlah, setelah berkeluarga, fenomena futur melanda mereka. Adakah yang salah dari mereka ?

Salah satu penyebab utama futurnya para Ibu / Ummahat dari majelis-majelis ilmu justeru banyak disebabkan oleh sikap dan perilaku sang suami yang tidak peduli dengan ilmu dan agama yang dimiliki isterinya. Dulu ketika akan meminang, para Ikhwan seringkali menginginkan calon isterinya adalah seorang akhwat shalihah yang aktif mengaji, bahkan kalau bisa seorang hafizhoh dan 'alimah. Setelah menikahi akhwat tersebut, sang Ikhwan yang kini menjadi suami akhwat tersebut seringkali asyik dengan dirinya sendiri, atau terlampau sibuk berdakwah kepada orang lain. Dia lupa atau mungkin enggan dan malas mengajari isterinya sendiri, karena mungkin menyangka bahwa agama isterinya telah cukup dengan ilmu yang dimilikinya. Padahal hal itu bertentangan dengan firman Allah 'Azza wa Jalla yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluargamu dari neraka yang bahan bakarnya menusia-manusia dan batu-batu" (Q.S At-Tahrim : 6).

Ayat ini secara tegas memerintahkan orang-orang yang beriman untuk menjaga diri mereka, kemudian keluarga mereka, sebelum kepada orang lain, dari dosa dan kemaksiatan kepada Allah. Alangkah banyaknya, isteri yang ketika meninggalkan rumah orang tua menuju rumah suami merupakan wanita yang santun, pemalu, dan tekun beribadah. Namun tidak lama kemudian, ia mencampakkan rasa malu dan kesantunannya itu karena pengaruh, penyimpangan dan kebodohan suaminya (Min Akhtho'il Azwaaj, Syaikh Muhammad Ibrahim Al-Hamd).

Para suami seringkali memanjakan isterinya dengan harta benda dan membiarkan isterinya hidup dalam kemaksiatan dengan menonton TV, radio atau majalah-majalah yang mengandung kerusakan. Maka jadilah para suami mengeluh dengan perilaku isterinya yang buruk, padahal hal itu banyak disebabkan oleh sikap dan tingkah laku suaminya sendiri.

Fenomena ini tidak jarang juga terjadi di kalangan para thulabul 'ilmi (penuntut ilmu), bahkan di kalangan para da'i sekalipun. Ada seorang isteri ustadz yang mengeluh karena sang suami jarang bertemu dengan dirinya karena sangat sibuk berdakwah dan sering pergi ke luar kota. Hingga jangankan mengajari dirinya dengan ilmu yang banyak manfaatnya seperti bahasa 'Arab, Ilmu Hadits, Ulumul Qur'an dan sebagainya, bahkan untuk ilmu yang pokok-pun seperti Ilmu Tauhid dan Ibadah tak jarang sang suami melalaikan dirinya. Padahal dulunya dia mengidamkan untuk dapat diajari suaminya yang juga seorang da'i ketika mengerima pinangan dari calon suaminya tersebut. Rasulullah Shallallahu 'alayhi Wasallam kita ketahui waktunya sebagian besar dihabiskan untuk mendakwahi umatnya. Tapi hal itu tidak menjadikan Beliau terhalang dan melupakan untuk mengajari isteri-isterinya. Beliau senantiasa mengajari dan memotivasi ibadah bagi para isteri nya. Banyak tersebar riwayat bagaimana Rasulullah Shallallahu 'alayhi Wasallam mengajari isteri-isteri dan anak-anaknya.
Diriwayatkan dari 'Urwah bi Zubair yang berkata "Aku tidak melihat ada seseorang yang lebih mengerti tentang fiqih, kedokteran dan sya'ir daripada 'Aisyah Radliyallaahu 'anha" Saksikanlah wahai para suami, tidak mungkin terlahir seorang isteri yang faqih dan shalihah kecuali dari binaan-binaan yang berkesinambungan di dalam kehidupannya sehari-hari.

Jadi hendaklah para suami jangan asyik dengan dirinya sendiri. Bukankah suatu yang teramat indah manakala suami mengajak isterinya berjalan beriring bersama mendatangi majelis 'ilmu, menyimaknya bersama, dan mendiskusikan 'ilmu yang baru diperolehnya bersama setibanya di rumah. Dan bukankah suatu keindahan dan kebahagiaan yang tiada tara manakala sang suami mengajarkan isterinya tentang Ilmu syar'i di waktu-waktu yang senggang, mungkin sambil bersenda gurau diantara mereka. Membantu melepaskan kepenatan sang isteri setelah seharian penuh mengurus rumah dan anak-anaknya, dan saling memotivasi untuk ta'at dan rajin beribadah. Sungguh Allah akan semakin menanamkan rasa kasih sayang diantara keduanya. Belajar dan membaca buku sendiri tentu berbeda nuansanya dengan saling membacakan dan mengajari. Karena dengan adanya interaksi ini, maka akan tumbuh motivasi belajar dan ibadah yang jauh lebih kuat.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Radliyallaahu 'anhuma yang berkata, Rasulullah Shallallahu 'alayhi Wasallam bersabda: "Jika seorang suami bangun di malam hari, membangunkan isterinya, kemudian keduanya shalat dua raka'at, maka keduanya ditulis dalam golongan laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah" (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiihul Jami')
Dengan demikian, maka dengarkanlah para Suami yang mengharapkan ridla dan karunia Allah berupa isteri-isteri yang shalihah. Jangan pernah biarkan isteri-isterimu terkurung dalam kebodohan dan terkungkung dalam kejumudan di rumah-rumahmu. Ajarkanlah mereka tentang agama ini dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Berikanlah kesempatan pada isteri-isterimu untuk mereguk 'Ilmu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya, karena Nabi Shallallahu 'alayhi Wasallam bersabda: "Barangsiapa yang dikehendaki suatu kebaikan dari Allah, maka Allah akan memahamkan dirinya tentang Agama (Tafaqquh Fiddiin)" (HR. Bukhari dan Muslim).
Sisihkan sebagian hartamu untuk membelikan buku, kaset dan video ceramah yang bermanfaat dari para 'ustadz dan 'ulama untuk didengar dan ditonton oleh isterimu. Serta jauhkan para isterimu dari hal-hal yang melalaikan dirinya selama di rumah. Semoga Allah memudahkan urusan ini bagi kita semua.
Wallaahul Musta'an. (Disadur dari kutaib "Asykuu ilayka Zauji" karya Syaikh 'Ishom bin Muhammad Asy-Syarif)

Sumber: zh4firah@yahoo.co.id

 

Technorati Tags:

0 comments:

Tidak Sepatutnya Ummat Islam Merayakan April Mop: Sudah Tahukah Anda?!

Medan-RoL-- Ummat Islam sangat tidak pantas merayakan "April Mop" atau "The April Fool Day" karena kebiasaan itu merupakan peringatan peristiwa pembantaian ummat Islam di Spanyol pada 1 April 1487 Masehi.

Ummat Islam banyak yang "latah" dan merayakan April Mop tanpa mengetahui dasar dan asal muasal peristiwa tersebut, kata Cendikiawan Muslim, Ir.H.Asmara Dharma dalam tulisannya yang diterima ANTARA di Medan,Minggu.

Ia menjelaskan, perayaan April Mop itu diawali peristiwa penyerangan besar-besaran oleh tentara Salib terhadap negara Spanyol yang ketika itu dibawah kekuasaan kekhalifahan Islam pada Maret 1487 Masehi.

Kota-kota Islam di Spanyol seperti Zaragoza dan Leon di wilayah Utara, Vigo dan Forto di wilayah Timur, Valencia di wilayah Barat, Lisabon dan Cordoba di Selatan serta Madrid di pusat kota dan Granada sebagai kota pelabuhan berhasil dikuasai tentara Salib.

Ummat Islam yang tersisa dari peperangan itu dijanjikan kebebasan jika meninggalkan Spanyol dengan kapal yang disiapkan di pelabuhan Granada. Tentara Salib itu berjanji keselamatan dan memperbolehkan ummat Islam menaiki kapal jika mereka meninggalkan Spanyol dan persenjataan mereka.

Namun ketika ribuan ummat Islam sudah berkumpul di pelabuhan, kapal yang tadinya sandar di pelabuhan langsung dibakar dan kaum muslim dibantai dengan kejam sehingga air laut menjadi merah karena darah. Peristiwa pembantaian dan pengingkaran janji tersebut terjadi pada 1 April 1487 Masehi dan dikenang sebagai "The April Fool Day".

Selanjutnya, kata Dharma, peristiwa "The April Fool Day" itu dipopulerkan menjadi April Mop dengan "ritual" boleh mengerjai, menipu dan menjahili orang lain pada tanggal tersebut tetapi bernuansa gembira. "Ritual tersebut disyaratkan dengan tidak bolehnya orang yang ditipu dan dijahili itu marah dan membalas," katanya. Salah seorang remaja muslim, Julia Putri mengaku tidak mengetahui sejarah April Mop tersebut meski sering melakukannya ketika masih di bangku sekolah. Namun Julia mengaku terkejut jika perayaan April Mop tersebut terkait peristiwa pembantaian ummat Islam di Spanyol.

Sementara itu Rita Sahara, remaja Medan lainnya juga menyatakan tidak mengetahui sejarah awal perayaan April Mop.  Dia menyatakan hanya mengetahui April Mop berkaitan dengan praktik menjahili, menyampaikan informasi bohong dan mengolok-olok orang lain dengan membuat kejutan. Setelah mengetahui sejarah April Mop itu, ia mengimbau ummat Islam khususnya kaum remaja tidak perlu merayakan April Mop karena sama artinya merayakan pembantaian ummat Islam.

sumber: http://republika. co.id/online_ detail.asp? id=328481& kat_id=23

 

0 comments:

Poligami adalah Solusi-Tela'ah Sejarah dan Hikmah

Posted at at 4:01 PM on
Mar 29, 2008
Posted by Unknown Filed under: , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Disarikan Oleh: Mansur Martam

Setelah mengikuti diskusi panjang di millist ini, tentang poligami, akhirnya penulis mengambil beberapa point saja, untuk kemudian diberi penjelasan dari beberapa segi. Mengingat mayoritas member adalah muslim, maka pejelasan dari segi hukum dirasa tidak perlu diikut sertakan. Penulis hanya mejelaskan dari dua segi saja. Yaitu segi sejarah dan hikmah poligami.

Demi mempermudah penjelasan, baiknya disusun layaknya tanya jawab. Sebagai berikut;

Pertanyaan; mengapa Islam membolehkan poligami, bukankah hal ini merugikan perempuan, disisi lain, isteri dilarang poliandri?

Jawaban;

Dari segi sejarah;

Risalah Islam datang ketika itu budaya poligami sudah memasyarakat. Bahkan bukan hanya menikahi perempuan dalam jumlah tertentu, lebih jauh dari itu; tanpa batas. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah; apakah risalah Islam datang dengan misi poligami atau membatasi jumlah isteri?

Ketika ayat dalam surat an-Nisa tentang poligami turun, seketika itu Rasulullah memerintahkan kepada kaum muslim yang memiliki isteri lebih dari empat orang, agar ditalak selebihnya. Pada waktu yang sama, risalah Islam membolehkan kepada perempuan yang telah ditalak, untuk nikah lagi. Yang terakhir ini bertolak belakang dengan Injil. Ayat dalam surat Markus (10:11-12) menyebutkan bahwa suami maupun isteri yang telah menalak suami/isteri, lalu nikah lagi, sama halnya dengan berzina.

Dari segi hikmah;

Poligami dalam Islam bukan sesuatu yang wajib, tetapi mubah (boleh). Adapun hikmahnya kalau ditelusuri dengan akal sehat dan hati yang jernih, maka akan sulit menginventarisirnya, saking banyaknya. Diantaranya; jumlah jenis lelaki yang tidak berimbang banyak dibanding jenis perempuan. Mengapa penulis menggunakan kata jenis, sebab bukan hanya manusia saja hukum tak berimbang tadi berlaku, juga pada hewan. Coba tanyakan kepada peternak ayam, dari seratus butir telur ayam, berapa anak ayam jantan yang akan lahir. Sering ditemui, hanya lima atau enam butir saja. Selebihnya anak ayam betina. Subhanallah, ini merupakan hikmah Allah. Coba bayangkan bila hal itu terbalik, maka akan terjadi malapetaka, dimana perempuan akan diperebutkan oleh kaum lelaki ditempat umum.

Hikmah lain; jumlah lelaki yang banyak meninggal dunia dibanding perempuan. Meninggal karena sakit dan kecelakaan yang disebabkan oleh banyaknya lelaki yang bekerja di tempat-tempat rawan. Menjadi tukang gali tambang, tukang listrik, pelaut, pilot, dll. Belum lagi bila kondisi perang, maka banyak lelaki yang jadi relawan. Seperti halnya, kondisi setelah perang dunia kedua. Dimana perempuan di Jerman melangit jumlahnya. Akhirnya, sebagai pelampiasan sex, pergilah mereka ke Negara-negara tetangga. Banyaklah anak tak dikenal nasabnya dan anak terlantar berkeliaran dimana-mana. Sampai-sampai ada laporan mengatakan, bahwa jumlah anak-anak itu mencapai lima puluh juta terlantar di Negara-negara eropa timur dan barat. Seandainya mereka beragama Islam, maka tidak akan terjadi sex bebas, selanjutnya, tidak akan ada anak-anak tanpa nasab, dan anak-anak jalanan yang tidak tahu siapa ayah mereka. Gambaran yang terakhir ini, sebagai jawaban atas pertanyaan, mengapa dilarang poliandri. Pertanyaan kemudian muncul adalah; apa yang dihasilkan oleh poliandri? Bagaimana suami mengklaim nasab bagi anak-anaknya? Jawabannya; pasti akan terjadi pertengkaran dalam memperebutkan nasab anak, disaat yang sama, anak tersebut nasabnya bercampur-campur. Pertengkaran itu kalau lebih diperinci lagi, adalah; antara suami yang satu dan lainnya akan berebut anak-anak yang parasnya paling elok, paling pintar, dan paling perkasa. Bisa juga akan berselisih dalam memperebutkan anak lelaki dan perempuan. Bukankah hal ini sangat bertentangan dengan akal yang sehat dan jiwa yang bersih? Belum lagi, ancaman penyakit yang akan dialami oleh isteri yang bersuamikan lebih dari satu. Para ahli kedokteran telah membuktikan, bahwa perempuan yang bersetubuh dengan lebih dari satu lelaki akan mengalami banyak penyakit. Penyakit yang paling mengancam adalah kanker leher rahim. Juga telah dibuktikan, bahwa air mani lelaki mempunyai DNA didalam rahim perempuan dan tidak akan hilang sampai tiga kali perempuan berhaidh. Sebab Satu kali haidh akan menggugurkan sepertiga DNA. Subhanallah, bukankah dalam qur'an wanita-wanita yang ditalak diperintahkan untuk ber iddah (menunggu) sampai tiga kali haidh/suci (al-Baqarah: 228).

Hikmah poligami lainnya; banyak kondisi yang membuat perempuan tidak bisa berhubungan suami isteri. Seperti; mandul, sakit, atau adanya uzur jangka panjang yang menghalanginya untuk berhubungan. Seperti, saat hamil, haidh yang berkepanjangan, saat setelah melahirkan; nifas. Nah, biasanya lelaki saat-saat tadi sangat sulit menahan sexnya. Di sisi lain, banyak janda-janda (utamanya janda dari suami yang meninggal karena bekerja ditempat-tempat rawan) yang tidak memiliki kerabat, atau perempuan-perempuan yatim. Sebagian besar mereka (baca; janda dan yatim) tidak ada yang menaungi. Ada orang yang bilang, bahwa cukup mereka dibantu oleh yayasan-yayasan sosial. Jawabannya, mereka itu tidak cukup dibantu dari segi materinya saja. Lebih dari itu, perempuan butuh kasih sayang, butuh orang yang membentengi kehormatan mereka. Lebih-lebih, jika perempuan itu janda muda. Belum lagi, anak-anak mereka yang butuh pendidikan, penjagaan, pemeliharaan demi kemaslahatan masa depan mereka. Yang terakhir ini, tidak cukup hanya ditangani oleh seorang perempuan saja. Ada lagi perempuan-perempuan perawan yang telah lewat masa nikah. Kemana mereka diarahkan? Dibiarkan tersesat? Bukankah mereka punya hak yang sama dengan yang dirasakan oleh perempuan lainnya?.

Penutup

Poligami adalah solusi dari kemelut sosial. Penulis Mesir, Muhammad at-Tabi'i menulis dalam Majalah Akhir Sa'ah, yang diterbitkan pada tanggal 3 juni 1945; "waktu itu raja eropa (baca; Syarel Man) mempunyai beberapa orang isteri, ketika turun perintah dari gereja, melarang poligami, maka semerta-merta lelaki memacari lebih dari satu perempuan untuk jadi kekasih gelapnya, dan tidak untuk dinikahi secara halal. Sampai ketika AIDS merambah eropa, sekonyong-konyong mereka melakukan penelitian terhadap lelaki yang tidak berhubungan kecuali dengan isterinya selama lima tahun. Hasilnya, tak ada satupun lelaki yang mereka temui, kecuali telah berhubungan dengan perempuan yang bukan isterinya. Hal yang mirip sama terjadi di Turki, ketika Mustafa Kamal Attaturk mensekulerisasikan hukum Islam, dan menghapus poligami, saat itu merambah nikah secara diam-diam, perzinahan, dan banyaknya anak-anak lahir tanpa nasab yang dikenal".

Salam,

Tulisan ini bersambung ke bagian dua (diposting secara terpisah), yang berjudul; .

 

0 comments:

Tuduhan Buruk Atas Poligami Rasulullah Saw (Bagian Kedua) Tela'ah Sejarah dan Hikmah

Posted at at 3:55 PM on
Posted by Unknown Filed under: , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Disarikan Oleh: Mansur Martam (*)

Tulisan ini sambungan dari bagian pertama tentang poligami adalah solusi. Penulis juga menjelaskan dari dua segi; sejarah dan hikmah. Untuk lebih memudahkan baiknya dirangkai dalam bentuk tuduhan dan klarifikasi:

Tuduhan; Nabi Muhammad adalah tokoh pertama yang menyalahi hukum qur'an dalam hal nikah, dimana qur'an membolehkan bagi seorang lelaki muslim nikah dengan empat orang perempuan, sedangkan Nabi Muhammad adalah pengagum nafsu sex dan pecinta wanita, beliau menyalahi hukum dengan menikahi sembilan orang perempuan. Yang lebih aneh lagi, qur'an menyifati beliau dengan sebaik-baik suri tauladan.

Klarifikasi; Mengapa Rasulullah Saw. tidak membatasi empat orang isteri saja, padahal qur'an membatasi jumlah isteri ketika beliau sedang beristeri sembilan orang, dan mengapa tidak ditalak selebihnya? Jawabannya; di ayat lain, Allah telah mengharamkan isteri-isteri beliau nikah dengan umatnya, karena status mereka adalah ummahat (ibu-ibu kaum muslimin) (Q.S: al-Ahzab: 6 dan 53). Jika seandainya ditalak, maka akan dikemanakan mereka. Bukankah hal yang sama, kita tidak tega melakukannya untuk anak perempuan kandung, saudara, dan ibu kita.

Sebab lainnya; jika Rasulullah menalak isterinya, maka akan membuat isteri-isterinya bersedih, mendatangkan kebencian keluarga dan kabilah mereka. Ada orang yang bilang; kalau begitu apa bedanya dengan isteri-isteri kaum muslim yang tertalak, bukankah mereka juga akan bersedih, keluarga dan kabilahnya akan tersinggung. Jawabannya; Benar, namun Rasulullah beda dengan lelaki/suami muslim lainnya. Tanya kenapa? Karena kebencian dan kekalutan batin dari pihak isteri, keluarga, dan kabilahnya, hanya dia sendiri yang merasai akibatnya. Adapun Rasulullah, benci dan kekalutan yang ditujukan kepada beliau, sama halnya ditujukan kepada Allah. lebih-lebih, bila sudah menyangkut dakwah. Bisa-bisa misi Islam tidak berhasil. Terus, mengapa Rasulullah poligami? Karena, hal itu adalah perintah Allah berdasarkan sebab-sebab tertentu. Pertanyaan balik; nafsu sex itu meningkat bila seseorang bertambah usianya, atau malah berkurang? Jika Rasulullah pengagum sex, mengapa beliau tidak melakukan poligami saat usia muda? Sejarah telah mengabarkan kepada kita, bahwa beliau monogami bersama Siti Khadijah selama dua puluh lima tahun. Saat-saat dimana jiwa muda bergelora. Juga, Siti Khadijah lebih tua dari beliau lima belas tahun. Beliau tidak nikah, kecuali setelah Siti Khadijah wafat.

Ketika Rasulullah berusia lima puluh tiga tahun, ditambah dengan aktifitas dakwah yang padat, salat tahajud sampai kaki beliau bengkak, ikut bertempur memerangi orang-orang kafir, menerima tamu-tamu yang berkunjung, mengadakan perjanjian-perjanjian damai demi keamanan dengan Yahudi, orang-orang munafik, dan kabilah-kabilah tetangga, dll. Yang jika ditela'ah, satu orang anak manusiapun tidak mampu melakukan berbagai aktifitas yang padat tadi. Mungkinkah, Rasulullah masih punya waktu banyak dan tenaga yang cukup untuk bersenang-senang dengan isteri-isterinya? Belum lagi kehidupan beliau yang penuh dengan kezuhudan dan kesederhanaan. Sampai-sampai, saat beliau sangat lapar, dua butir batu beliau gunakan untuk menonggak perutnya, agar rasa lapar tidak terasa. Makan hanya dengan tiga butir kurma dan dapurnya hampir tidak pernah berasap. Juga, keseringan puasanya. Padahal umatnya dilarang puasa wisal (bersambung) sedangkan beliau sendiri puasa wisal sampai tiga hari berturut-turut. Pertanyaannya; masihkan tersisa nafsu sahwatnya? Kalau Rasulullah pengagum sex, mengapa beliau memilih isteri-isteri yang sudah lanjut usia, lemah dan juga memilih Siti Aisyah yang masih kecil? Mengapa pula Rasulullah memilih janda-janda? Sejarah membuktikan, bahwa semua isteri Rasulullah adalah wanita-wanita lanjut usia, lemah, dan janda. Kecuali Siti Aisyah. Bahkan sebagian mereka telah sangat lanjut usia. Seperti Siti Khadijah, Siti Saudah, dan Siti Zainab binti Khuzaimah.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pengagum sex paling suka bila isterinya bersolek dan berpakaian yang paling indah. Apa yang kita saksikan dengan isteri-isteri Rasulullah. Mereka ketika meminta beliau agar nafkah ditambah, langsung Allah memerintahkan mereka untuk memilih salah satu dari dua hal; ditalak atau hidup bersama Rasulullah dengan kezuhudan dan kesederhanaan. (Q.S: al-Ahzab: 28-29). Saat itu pilihan mereka adalah Allah, Rasulullah, dan kenikmatan surga. Lalu Allah dan Rasulullah-pun meredhai mereka.

Berikut adalah sebab-sebab Rasulullah poligami;

Beliau nikah dengan Siti Saudah binti Zam'ah yang janda ditinggal mati suami. Sedangkan kerabatnya adalah orang-orang musyrik. Usia Siti Saudah kala itu enam puluh enam tahun. Lebih tua dengan beliau lima belas tahun. Demi tidak membiarkan Siti saudah dalam kesendirian, sebatang kara. Karena kalau dia kembali ke kerabatnya yang musyrik, maka Islamnya akan terancam. Sebelumnya Siti Aisyah bermimpi, bahwa Siti Saudah menjadi isteri Rasulullah. (Sahihul Jami': 915).

Rasulullah nikah dengan Siti Aisyah dan Siti Hafsah sebagai penghargaan kepada keduanya, juga kepada kedua orang tua keduanya. Sebab kedua bapak mereka adalah menteri beliau. Hal ini demi tidak menghalangi keduanya untuk menziarahi Rasulullah kapan saja.

Rasulullah nikah dengan Umu Salamah (Hindun binti Abi Umayah bin Almuqirah). Karena Umu Salamah adalah salah peserta hijrah ke Habasyah dan Madinah. Suaminya yang baik hati, Abu Salamah meninggal dunia, sedangkan dia mempunyai anak-anak yang butuh asuhan. Maka Rasulullah menikahinya demi memuliakan dia, karena dia penyabar, juga karena dia termasuk golongan orang-orang yang menganut Islam dimasa awal-awal. Dan yang jelas, demi memuliakan mantan suaminya yang begitu baik. Dengan cara mengasuh anak-anaknya. Rasulullah sebenarnya telah berdoa kepada Allah agar Umi Salamah mendapatkan suami yang terbaik. Di malam pertama, Rasulullah menanyai anak-anaknya. Karena beliau tidak melihat mereka nampak bersama ibunya. Umi Salamah menjawab; mereka di rumah paman mereka. Rasulullah tidak menerima hal itu, lalu memerintahkan kepadanya agar mereka balik. Setelah itu Rasulullah bersabda; "barang siapa yang memisahkan antara orang tua dan anaknya, maka Allah akan memisahkannya dengan orang yang dia cintai di hari kiamat". (Sunan Turmudzi dan Sahihul Jami': 6412). Rasulullah sangat menyayangi anak-anak Umu Salamah. Menimang mereka, bermain bersama, makan bersama.

Adapun Umu Habibah (Ramlah binti Abi Sufyan) mendapatkan terror dari bapak dan saudaranya. Lalu dia hijrah bersama suaminya ke Habsyah. Tiba di sana, suaminya masuk agama Kristen. Jadilah dia dalam kesendirian. Rasulullah kemudian mengirim utusan kepada Raja Habsyah, Najasyi, agar meminangnya untuk Rasulullah, demi memuliakan Umu Habibah. Jika dia kembali kepada kerabatnya, maka dipastikan, dia akan sengsara lagi.

Siti Zainab binti Jahsy adalah sepupu Rasulullah. Allah memerintahkan beliau agar menikahinya, demi menghapus adat tabanni (anak angkat). Karena sebelumnya, Siti Zainab adalah isteri dari anak angkat Rasulullah. Lalu diceraikan suaminya.

Siti Juwairiyah binti Harits menjadi tawanan perang Bani Mustaliq. Bapaknya, Harits adalah kepala suku. Ketika Rasulullah kembali ke Madinah. Harits bermaksud hendak menjumpai Rasulullah dan menebus anaknya dengan beberapa ekor onta. Kala Harits tiba disuatu tempat yang bernama Aqiq, merasa kagum dengan onta-onta disitu dan memilih dua ekor untuk dia sembunyikan tanpa diketahui oleh masyarakat muslim disitu. Setibanya dihadapan Rasulullah, dia berkata; aku datang menebus putriku yang telah kalian tawan. Rasulullah bertanya; mana dua ekor onta yang telah kau sembunyikan di Aqiq tanpa sepengetahuan penduduknya? Harits kaget; Demi Allah, tak seorangpun yang tau hal itu. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan engkau adalah Rasulullah. Lalu Rasulullah memintanya agar menikahkan putrinya dengan beliau. Maka Harits langsung memenuhinya. Perhatikan, bagaimana Rasulullah memuliakan Siti Juwairiyah, bapaknya (karena dia masuk Islam), dan kerabatnya. Bukan saja Rasulullah membebaskan Siti Juwairiyah, tapi menikahinya. Para sahabatpun langsung membebaskan tawanan-tawanan yang ada pada mereka. Demi hormat kepada keluarga Rasulullah. Tawanan perang Bani Mustaliq kala itu berjumlah sekitar seratus orang.

Siti Zainab binti Khuzaimah paling tua disbanding Rasulullah. Suaminya gugur pada perang Uhud. Tiada seorangpun yang mencoba menikahinya. Rasulullah kemudian menikahinya. Zainab binti Khuzaimah terkenal kala itu, dengan panggilan Umu Masakin (ibu para fakir miskin). Karena dia sering berinfak.

Siti Shafiyah binti Huyayyi tertawan pada perang Khaibar. Dalam perang itu suami, bapak, saudara, dan pamannya terbunuh. Rasulullah membebaskannya, demi kasih sayang, hormat, dan agar ada yang menaunginya. Siti Shafiyah sebelumnya bermimpi, bulan purnama jatuh di pangkuannya. Tatkala dia menceritakan mimpinya kepada keluarganya. Pamannya langsung menamparnya dan berkata; kau mau menikah dengan Nabinya bangsa Arab itu!

Secara garis besar, alasan Rasulullah berpoligami adalah demi menanamkan benih kasih sayang dengan kerabat dan kabilah isteri-isterinya. Agar mereka masuk Islam. Hikmah lainnya; agar kepribadian Rasulullah dirumah diketahui oleh banyak orang. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa banyak orang yang nampak di luar rumah sebagai seorang yang alim dan bertaqwa, tetapi ketika di dalam rumahnya, sifat-sifat tadi tidak bisa dipertahankan. Maka, demi mengekspos seluruh kepribadian Rasulullah di dalam rumah, dibutuhkan lebih dari seorang isteri. Karena satu saja tidak cukup. Dan kalau hanya seorang isteri, maka akan kemungkinan besar, si isteri akan dituduh menutup-nutupi kejelekan suami, karena saking cintanya kepada suami, saking sibuknya isteri mengurusi rumah tangga, atau karena lupa. Jika informasi tentang kepribadian Rasulullah bersumber dari banyak isteri, maka dipastikan informasi itu sangat benar dan sangat akurat.

Secara naluri, isteri satu-satunya pasti cinta kepada suaminya. Dan cenderung untuk menutupi kejelekan suaminya. Adapun jika isteri banyak, maka cenderung mereka akan benci dan menyebarkan aib-aibnya, walaupun suami mereka sudah meninggal dunia. Belum lagi, jika ternyata yang membunuh pemimpin dan pembesar kaum, serta keluarganya adalah suami mereka. Seperti terbunuhnya keluarga Siti Shafiyah dan Siti Juwairiyah (sebelum keduanya masuk Islam).

Lain halnya dengan Rasulullah. Isteri-isterinya ketika selama bergaul dengan beliau, bernaung dalam bimbingan beliau, kepribadian luhur beliau tetap konsisten saat sunyi maupun ramai. Hal ini yang menjadikan, isteri-isterinya bisa dipercaya oleh kaum muslimin atas informasi tentang tingkah laku beliau di rumah. Sedikit saja ada sikap Rasulullah yang menyimpang dari kepatutan, pasti akan tersebar luas.

Hikmah lainnya; rumah-rumah isterinya menjadi pusat penyebaran risalah Islam. Lebih lagi, bila ajaran yang menyangkut masalah khusus perempuan.

Penutup;

Poligami yang dilakukan oleh Rasulullah sesungguhnya sarat dengan catatan-catatan penting. Beliau tidak melakukannya secara bebas dan tanpa pertimbangan. Sangat berbeda dengan praktek poligami oleh kebanyakan orang. Umumnya orang berfikir, yang penting tidak lebih dari empat orang isteri, maka bisa saja ganti-ganti isteri. Talak sana sini. Akad sini sana.

Adalah Rasulullah, beliau dilarang nikah lagi, selain yang telah ada disisinya. Walaupun salah satu atau semuanya meninggal dunia. (Q.S: al-Ahzab: 52).

Salam,

0 comments:

Allah menjawab Do'a dengan cara-Nya.....

Posted at at 4:52 AM on
Mar 25, 2008
Posted by Unknown Filed under: , , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Pada suatu hari, seorang wanita sedang mengajar keponakan nya, Dia biasanya menyimak apa yang di ajarkan bibi nya, tapi kali ini dia tidak bisa berkonsentrasi. karna salah satu kelereng nya hilang... tiba-tiba anak itu berkata:

"... Bi, bolehkah aku berlutut dan meminta Allah untuk menemukan kelereng ku...?...?..."

Ketika bibi nya mengizinkan, anak itu berlutut di kursi nya, menutup mata nya dan berdo'a dengan sungguh-sungguh, kemudian dia bangkit dan melanjutkan pelajaran nya.

Kesokan hari nya, bibi nya takut do'a keponakan nya tidak terjawab dan dengan demikian melemahkan iman nya, dengan khawatir nya bertanya:

"... Sayang apakah engkau sudah menemukan kelereng mu..?..."
"... Tidak Bi..." jawab anak itu, "... tetapi Allah telah membuat ku tidak menginginkan kelereng itu lagi..."

Alangkah indah nya iman anak itu. Allah memang tidak selalu menjawab do'a kita menurut kehendak kita, tetapi jika kita tulus ber do'a, dia akan mengambil k ei nginan kita yang bertentangan dengan kehendak Nya.

"Masalah terbesar dari do'a adalah bagaimana kita membiarkannya dan mengikhlaskannya mengalir dan mengizinkan Allah menjawab dengan cara -Nya....."

Wassalam,

 

Thanks to Fadly

 

Technorati Tags: ,

0 comments:

Fenomena Kesaktian dan Keidentikannya terhadap Dajjal bagi Sai Baba

Posted at at 9:10 PM on
Mar 21, 2008
Posted by Unknown Filed under: , Be the first to leave a comment! Readmore »»

Sebelumnya mohon maaf, postingan ini tidak bermaksud menyudutkan suatu keyakainan tertentu.  Ini hanya sebagai review saja atas suatu fenomena yang banyak saya kutip dari salah satu thread di .

Pada , diulas tentang argumen Sai Baba yang dengan Kesaktian Supranaturalnya kini telah sedang dikembangkan dalam proyek mengatasi kekeringan di nusa tenggara timur.

Dalam konteks agama, diskusi tentang kesaktian mandraguna akan menyebabkan benturan psikologi di antara pemeluk.  Ini berdasarkan tipologi keyakinan yang memang berbeda di antara ajaran agama (atau bisa disebut klaim keyakinan).  Bagi seorang mukmin/muslim, fenomena kesaktian pada seorang anak manusia adalah hal yang biasa-biasa, tidak ada yang istimewa (para syeikh, waliullah, bahkan sering mengamalkan, ingat aja bagaimana seorang 'Paci nurjana' yang kalo shalat selalu ke mekkah padahal jasadnya ada di Gorontalo). Namun, bagi kalangan agama tertentu, fenomena kesaktian dipandang sebagai suatu peng-ejawantahan kekuatan tuhan di bumi.  Menurut keyakinan tertentu, keyakinan akan kuasa tuhan yang mereka yakini haruslah termanisfestasi  dalam bentuk materi. Sedangkan bagi muslim, kekuasaan Allah adalah termanisestasi dari ciptaannya termasuk manusia itu sendiri.  Dalam konteks toleransi perbedaan ini dianggap wajar sepanjang keyakinan masing-masing tidak dipaksakan terhadap keyakinan lainnya.

Akan halnya sosok sai baba, tentu saja akan sangat wajar pula bagi seorang mukmin untuk menanggapi klaim fenomena kesaktiannya yang kemudian dengan kesaktian itu mengklaim dirinya (pengkultusan oleh pengikut/pengagumnya) sebagai tuhan semesta alam lihat .  Karena

Sai Baba ini udah lama mengajar... banyak juga tokoh2 agama di India yang menghormati beliau... Fenomena beliau adalah Dajjal ini baru2 aja berkembang di Indonesia.

Dia mengaku penjelmaan Tuhan, itu karena adanya hakekat Avatar, yang dimaksud Avatar menurut para pengikutnya sai baba adalah keyakinan tentang penjelmaan tuhan di dunia: penjelmaan dari yang tidak terwujud menjadi berwujud demi kebaikan umat manusia. Dalam pandangan mereka, amat sulit bagi kita manusia untuk mengenal tuhan mereka, manakala wujud materi tuhan mereka tidak nampak dan tidak bisa di ketahui. Maka mereka yakin bahwa tuhan ahrus menjelma dalam diri salah seorang diantara mereka agar dengan mudah mereka menyakini akan keberadaan tuhan yang mereka sembah.

Seperti sai baba pernah mengucapkan dalam Majelis Dharsannya:
Tuhan harus bermanifestasi sebagai manusia, bergerak diantara orang-orang supaya Dia didengarkan, dikontak, dicintai, dituruti kata-katanya dan dihargai, Dia ahrus berbicara dengan bahsa manusia dan bertingkah laku sebagaimana manusia. Kalau tidak, dia akan disangkal, tidak dipedulikan, ditakuti bahkan dihindari.

Sebagaimana yang kita ketahui, negeri india adalah gudang dan pusat perdukunan, negeri para dewa-dewi dan aliran wihdatul wujud. Sai baba dianggaps sebagai satu-satunya Avatar sejati yang kemampuannya tidak dimiliki oleh dukun-dukun lain yang juga mengaku Avatar.
sumber: http://vahini.org/aboutsaibaba.html
http://www.myspace.com/raj82
http://www.1heart.com/saibaba.html Sai Baba Jesus Photo)

Ada satu hal yang mengusik pemikiran:
bagaimana pun hal ini akan berdampak pada tatanan struktur masyarakat yang ada, dan bukan untuk di indonesia saja tapi bersifat menyeluruh...makanya perlu untuk dipahami, dan semua itu kembali kepada masing2 individu. hal ini adalah sesuatu yang fenomenal...sangat...sangat....dan yang jelas masalah ini sudah lintas agama.
Sai baba memiliki cara pandang tersendiri dalam doktrinnya, dan yang membedakan dia memiliki pengejawantahan dalam diri yang terbuktikan dengan memiliki kelebihan tidak sebagaimana manusia biasa miliki....dan bagaimana nanti dampaknya, itu saja batas pemikiran yang mungkin lebih ideal...tapi sebelum tahap itu, haruslah ada data dari masing2 agama atau dasar keyakinan masing2, tidak hanya sekedar melontarkan pikiran dan asumsi atau hanya sekedar emndengar dari si ini dan si itu....cemana?
Untuk soal pengikutnya, tidak bisa dipermasalahkan...tapi tokohnya.
Karena paham/ideologi/keyakinan itu datang dari sumbernya, bukan pengikutnya, itu yang perlu di pertegaskan, sehingga jelas jauh-jauh hari si sumber sudah mempersiapkan segala ssesuatunya, baik situaasi maupun kondisi kedepan...
Satu contoh project sai baba sudah ada di Indonesia, jika itu nanti...mungkin saja atau tidak sama sekali. akan menimbulkan dampak yang tidak diharapkan, apa hanya sekedar cukup akhirnya kita mengatakan....ah masa bodoh, atau biasa saja itu.....ah itu kan keyakinan orang....atau kata2 mudah lainnya?....i dont think so.....sekarang saja masih banyak masalah yang timbul hanya karena berbeda keyakinan atau satu keyakinan tetapi berbeda paham....bagaimana jika timbul masalah yang baru lagi?...mudah2an tidak...kita semua berharap

seperti di bukunya.....
Unravelling the Enigma
Shirdi Sai Baba in the Light of Sufism
by Marianne Warren

Mungkin kita bisa tambahkan dengan adanya buku diatas, yaitu:
(terkadang mereka sebutkan) untuk di Indonesia bahwa teosofi sebagai bagian dari tasawuf. sementara
teo + sofi = Kebajikan Tuhan, dalam pandangan mereka setiap agama memiliki
nilai2 kebajikan, (see hxxp://en.wikipedia.org/wiki/Theosophy) dan perlu disempurnakan lagi dengan ajaran teosofi tsb sesuai versi mereka....nah kalau seperti itu apa bedanya dengan protolo; zionist?...
Pokok-pokok Ajaran Teosofi :
1. Menjalankan persaudaraan tanpa memandang bangsa, agama dan warna kulit
2. Akan datang kelak seorang nabi ( Rasulullah SAW, Isa/Jesus, Budha) yang akan menuntun manusia dalam agama.
3. Manusia akan terpecah menjadi 6 golongan bangsa dan akan ada yang ke-7, maka kita harus mencari yang ke-6 golongan itu (Protokol Zionist...?)
4. Agama memerlukan ilmu tambahan "Ilmu Kebersihan"
hxxp://www.stelling.nl/simpos/indexes.htm
van Motman 113, 114, 183
5. Merayakan hari "Witte Latusdag-8 Mei (Yahudi juga merayakannya)"
6. Semua agama sama dan berisi teosofi dan lain2...
Berikut Van Hinloopen Labberton mengatakan dalam buku dibawah, sebagai ketua teosofi Hindia Belanda

[IMG]hxxp://www.amazon.com/Theosophist-Magazine-October-1911-January-1912/dp/0766152545[/IMG]

"Kemajuan manusia itu dengan atau tidak dengan agama...saya kira nila beragama tanpa alasan , dan bila beragama tidak dengan pengetahuan agama yang sejati, mustahil bisa maju bathinnya, Tidak peduli dengan agama yang dianutnya, sebab yang disebut agama itu sifatnya:
1. cinta pada sesama
2. memberi pertolongan
3. sopan budinya
ini berarti bahwa agama yang sejati bukan berarti perkara lahir etapi prkara di dalam hati atau bathin dan jika syariat itu dikeras2kan, dibaguskan dengan cerita sana-sini, dan lain pihak saling cela-mencela pada setiap agama, itulah bibit kejahatan....
Di sini atau di buku tersebut diatas, si Van Hinloopen Labberton cenderung memberi anjuran beragama dengan rasionalitas ..?
selanjutnya penekanan hanya pada satu garis horizontal yaitu hanya pada cakupan manusia, sementara manusia dengan tuhannya (vertikal) mana...?
Ada apa maksudnya dia berkata seperti itu, dan siapakan dia....? dan siapakah si Annie Bessant yang terdapat di cover buku itu....?
Itulah salah satu bentuk doktrin teologi dan teosofi, yang terkadang susah untuk diketahui maksud dan tujuan sebenarnya, tetapi tetap akan menimbulkan suatu pertanyaan dan akan bisa dijawab, jika mau.....
Demonstrasi Sai Baba:

Coba perhatikan baik2 video ini
http://www.youtube.com/watch?v=YPi1EL29vGU

 

Atau silahlan ke link berikut :
http://www.kaskus.us/showthread.php?...light=sai+baba
Sekali lagi saya tidak bermaksud untuk menyudutkan salah satu agama, hanya mengkritisi sesuatu dengan belajar dari pengalaman yang semua manusia di bumi ini pernah mengalami, dari sejak jaman Firaun yang menganggap dirinya Tuhan sampai Hitler yang dianggap Tuhan oleh kelompoknya. Dan yang saya takutkan akan bertambah runyamnya kondisi dalam struktur masyrakat akibat adanya suatu perubahan yang sangat mendasar....mudah2an tidak spt itu, its only just kekuatiran kecil saja, dengan melihat kondisi khususnya di indo yang agak2 carut marut, apalagi masalah yang timbul karena bicara keyakinan A dan B...rentan sekali... :smile

Thanks to agxplatform

 

0 comments:

Dajjal Sudah Muncul-Semua Ciri Dajjal Dimiliki Orang Ini

Posted at at 7:54 PM on
Posted by Unknown Filed under: , 1 comments Readmore »»

Oleh : Andria_Febriany via Milis GM2020 yang diposting oleh Ahmad Fadhli

Wahai Kaum muslimin... Dajjal Sudah Muncul ! wallahualam...

DICKY ARIAWAN DEHASAN

Diamond cannot be polished without friction.
Gold cannot be purified without fire.
Good people go through trials, but don't suffer.
With that experience their life become better not bitter.

Ma'af bagi yang dah pernah dapat. Soal kebenaran/kebohongan cerita ini Hanya Allah SWT yang tahu.  Saya meneruskan informasi saja…

Salah satu tanda akhir zaman yang akhir-akhir ini cukup menyedot perhatian adalah kehadiran seorang bernama Sai Baba, dia lahir dan tinggal di Desa Nilayam Puthaparti, wilayah timur Khurasan, tepatnya India Selatan.  Rasulullah saw bersabda kepada kami, Dajjal akan keluar dari bumi ini dibagian timur bernama Khurasan (Jamiu at Tirmidzi).

Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:"Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan Rasul-Nya. "

Bisa jadi Sai Baba ini adalah salah satu dari 30 dajal-dajal kecil yang akan membuka jalan bagi munculnya al-Masîh al-Dajjâl (Dajjal nantinya akan berperang dengan imam mahdi dan di bunuh oleh nabi Isa as), wallahu al'am..

 

 

 

 

 

 

 

 

Laki-laki ini memiliki kemampuan menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang lumpuh dan buta, bahkan mampu menurunkan hujan dan mengeluarkan tepung dari tangannya. Ia juga mampu berjalan melintasi belahan bumi dalam sekejap, menciptakan patung emas, merubah besi menjadi emas, dan banyak lagi berbagai fitnah yang ditunjukkan oleh Sai Baba kepada ribuan orang - bahkan - jutaan yang datang dari berbagai suku bangsa dan agama. Saat ini laki-laki ini sudah memiliki puluhan juta pengikut.. Maka sudah saatnya bagi setiap muslim untuk mengetahui masalah ini, agar dirinya tidak menjadi korban berikutnya dari fitnah Sai Baba ini.

"Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah dan berambut keriting..."(HR.Bukhari dan Muslim) "Diawal kemunculannya, Dajjal berkata, Aku adalah nabi, padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata, Aku adalah Rabb kalian, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati (HR.Ibnu Majah)

Antara Kesamaan Ciri-ciri DAJJAL dan SAI BABA;

  1. Dajjal seorang laki yang berpostur pendek, gempal, berambut kribo, berkaki bengkok (agak pengkor). Sai Baba seorang yang berpostur pendek dan berambut kribo.
  2. Dajjal memiliki mata yang buta. Sai Baba pernah mengalami kebutaan di waktu muda kemudian sembuh kembali.
  3. Dajjal datang dan bersama ada gunung roti dan sungai air. Sai Baba memiliki kemampuan mengeluarkan vibhuti (tepung suci) dari udara melalui tangannya.
  4. Dajjal memiliki kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan depat dan kecepatannya seperti hujan badai atau secepat awan yang ditiup angin kencang. Sai Baba memiliki kemampuan berjalan menjelajahi bumi dalam hitungan kejapan mata.
  5. Dajjal mengikuti pengikut yang sangat banyak, bahkan di akhir zaman nanti banyak manusia yang berangan-angan untuk berjumpa dengan Dajjal.  Sai Baba memiliki pengikut yang jumlahnya puluhan juta manusia dari berbagai macam suku , bangsa, negara dan agama.
  6. Dajjal akan muncul dengan mengaku sebagai orang bijak/ baik, sehingga banyak sekali orang yang tertarik untuk mengikutinya. Sai Baba mengaku seabgai orang yang bijak yang membawa misi perdamaian, cinta kasih menghapuskan segala persengketaan dengan bijaksana.
  7. Dajjal akan muncul dan sebagai nabi. Sai Baba memposisikan dirinya sebagai nabi kepada pengikut2nya.
  8. Dajjal akang menggunakan nama Al-Masih. Sai Baba mengaku akan menjelma sebagai Isa Al-Masih setelah tahun 2020.
  9. Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan. Sai Baba mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan penguasa alam semesta.
  10. Dajjal akan mendakwahkan agama Allah. Dalam banyak majelis darshanya Sai Baba banyak be rbicara tentang Islam, Al-Qur'an dan keharusan untuk memahaminya.
  11. Dajjal mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit. Sai Baba memiliki kemampuan menghidupkan orang mati juga menyembuhkan penyakit kanker.
  12. Dajjal dapat menurunkan hujan. Sai Baba memiliki kemampuan menurunkan hujan dan mendatangkan air untuk irigasi (di NTT sedang di bangun proyek Sai Baba untuk pengairan di daerah yang kering).
  13. Dajjal bisa mengeluarkan perbendaharaan (perhiasan dan harta) dari bangunan yang roboh, lalu perbendaharaan itu akan mengikuti ratunya.  Sai Baba mampu menciptakan patung emas, kalung emas, injil mini dan berbagai bentuk medalai berlafadz ALLAH dalam sekejap.
  14. Dajjal akan membunuh seseorang dan menghidupkannya kembali. Sai Baba bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia.
  15. Dajjal bi sa berpindah raga dan tempat dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Sai Baba bisa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya yang merupakan benruk reinkarnasi dirinya.
  16. Dajjal bisa membesarkan tubuhnya. Sai Baba memliki kemampuan berjalan di udara dan membuat kemukjizatan pada sebuh pesawat terbang.
  17. Dajjal biasa keluar masuk pasar dan makanan. Sai Baba juga manusia biasa yang makan dan minum sebagaimana manusia lainnya, ia juga bisa berjalan ke pasar, rumah sakit, proyek irigasi dan tempat lain yang biasa dikunjungi manusia.
  18. Dajjal bisa memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tumbuh2an dan air. Sai baba bisa mengeluarkan air dengan hentakan kakinya.
  19. Dajjal tidak memliki anak. Sai Baba mandul, ia tidak beranak dan tidak berkeluarga (tidak menikah).
  20. Dajjal memimpin orang yahudi. Sai Baba memiliki misi menyebarkan teologi zionis.
  21. Dajjal muncul di zaman pertikaian. Sai Baba mengklaim bahwa ia datang dari masa banyak pertikaian dan persengketaan, dan kedatangannya untuk menegakkan kebenaran dan membinasakan kejahatan wahai kaum muslimin, apa lagi yang kita tunggu,marilah segera kita kembali kepada Allah dan rasulnya.

Kiranya ada 21 ciri dajjal yang dimiliki oleh seorang bernama Sai Baba ini yang mengklain dirinya Tuhan Semesta Alam.  Dengan melihat kemampuan supranatural yang dimiliki dajjal ini, orang awam dan orang modern yang lemah imannya akan tentu saja terpengarah dengan decak kagum.  Kekuatan supranatural Sai Baba yang kemudian mengklain dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam, Jika dibandingkan dengan Rasulullah SAW saja tidak seberapa.  Bukankah semua kekuatan yang sai baba miliki hanyalah sebagian dari kelebihan yang dikandung-terangkan dalam Al Quran, sedangkan Al Quran itu sendiri adalah mukjijat pemberian Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman.  Sekiranya Rasul berkemauan, bisa saja Beliau mendemonstrasikan kekuatan seperti ini. So, Berhati-hatilah, initilah tipu muslihat yang nyata, oleh karenanya, sebagai muslim seharusnya selalu memohon perlindungan Allah SWT bukan pada yang lain

    "Jika salah seorang diantara kalian telah menyelesaikan bacaan tasyahhud akhirnya, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat hal. Hendaknya ia berkata : 'Ya Allah, aku memohon perlindungan pada Mu dari siksa Neraka Jahannam, adzab kubur, fitnah (cobaan) hidup dan mati serta 
    dari keburukan fitnah Dajjal."

    wassalam

     

 

1 comments:

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Terpuji dan Benar

Oleh: Mansur bin Abdul Madjid bin Salim Martam :)

Lahirnya Nabi Muhammad SAW. Merupakan perpanjangan tangan Allah atas bukti kasih sayang Tuhan kepada umat seluruh alam. Sejarah umat manusia telah membuktikannya. Dan terpatri abadi dalam Qur’an, bahwa Nabi Muhammad adalah sosok “Rahmat” buat alam ini. Rahmat yang tak terbatas adanya. Yaitu rahmat yang menyangkut pendidikan adab dan etika, rahmat yang menunjuki kejalan yang lurus, rahmat yang merubah orientasi hidup dari perbudakan materi kepada iman. Rahmat yang menyinari manusia dizmannya dan zaman-zaman setelahnya, sampai kiamat tiba. “dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka”.[1.]

Maka merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah keniscayaan, bahkan sebaik-baik amal perbuatan, pun sebesar-besar ibadah. Mengapa? Karena dengannya kebahagiaan dan kecintaan kita kepada beliau tersalurkan. Dan cinta kepada beliau adalah pondasi dasar keimanan kepada Allah Ta’ala. “Demi nyawaku yang tergenggang di tangan-Nya, tidaklah beriman kalian sampai aku kalian cintai melebihi kecintaan kalian kepada orang tua, anak-anak, dan manusia seluruhnya”.[2].

Ibnu Rajab berkomentar tentang hadits cinta kepada Nabi Muhammad: “Standar iman adalah cinta kepada Rasulullah Muhammad, karena Allah telah menyenandingkan cinta kepada-Nya berbanding sama dengan cinta kepada beliau, dan Allah telah menjadikan prioritas utama cinta kepada beliau jauh melebihi cinta kepada sanak keluarga, harta, tanah air, dan cinta-cinta yang natur lainnya. Kalamullah; “Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik””. [3]. Umar bin Khattab suatu hari menyatakan cintanya kepada rasul; “Demi Allah, engkau aku cintai melebihi segalanya kecuali kepada diriku. Rasul jawab; belum cukup wahai Umar, sehingga kamu mencintaiku melebihi dirimu. Umar patuh; Demi Allah, detik ini engkau kucintai melebihi diriku. Rasul; Baru sekarang wahai Umar”.[4].

Memperingati dan merayakan hari lahir (maulid) Nabi berarti memberikan penghargaan kepada beliau. Dan menghargai beliau adalah perintah yang sudah Qat’i (tanpa diragukan) dalam syaria’t/agama ini. Bukankah Allah sering memberitahukan betapa tinggi martabat nabi dan oleh karena nama dan sir beliau alam ini punya nilai dan harga. Karena diutusnya nabi Muhammad serta istimewanya maqam beliau, alam segajat dalam kegembiraan abadi dibawah naungan nur Allah.

Sejak abad IV dan V Hijriah, para salafussalih (ulama-ulama terdahulu) telah merintis peringatan maulid nabi Muhammad SAW. dengan cara menghidupkan malam kelahiran beliau dengan berbagai rutinitas ibadah; memberi makan, tilawah Qur’an, zikir, menyenandungkan syai’r-syair pujian kepada Nabi. Sejarah awalnya maulid nabi ini dapat dijumpai dalam beberapa kitab sejarah yang cukup valid, yang ditulis oleh tokoh-tokoh terpercaya. Seperti Ibn al-Jauzi, Ibn Katsir, al-Hafidz bin Dahya al-Andalusy, al-Hafidz ibn Hajar, dan Jalaluddin as-Suyuty.

Dan para ulama telah banyak mengarang kitab seputar perayaan maulid Nabi, sambil mengikutkan dalil-dalil shahih tentang mustahabnya (terpujinya) peringatan itu. Sampai-sampai tidak ada cut-meng-cut, saking kuatnya dalil-dalil itu. Ibnu al-Haj dalam kitabnya, al-Madkhal, berkomentar, bahwa peringatan maulid melahirkan hal-hal positif. Perlu diketahui, bahwa Ibnu al-Haj adalah yang paling lantang menentang perkara-perkara bid’ah; perkara yang tidak ada sumber dalil syar’i.

Jalaluddin as-Suyuty dalam kitabnya, Husnul Maqsad Fi Amalil Maulud, menjawab pertanyaan seputar maulid nabi pada bulan Rabi’ul Awal; “Apa hukumnya dalam pandangan syar’i/agama? Apakah perayaan itu terpuji atau tercela? Apakah ada pahala bagi yang memperingatinya?. Beliau (As-Suyuty) menjawab; jika peringatan maulid nabi adalah berkumpulnya masyarakat, lalu membaca beberapa ayat Qur’an, dan meriwayatkan beberapa hadits tentang perjuangan beliau, kemudian menyertakan beberapa ayat yang menyinggung kelahiran beliau, terakhir ada hidangan yang dimakan dalam acara itu, selanjutnya masyarakat itu bubar tanpa ada yang dilebih-lebihkan dari yang tad-tadi, maka peringatan maulid nabi itu adalah bid’ah yang baik (catatan: ada juga bid’ah yang buruk). Dan karenanya, maka perbuatan itu berpahala. Karena dalam rangkaian acara itu, terdapat pengagungan atas martabat Nabi Muhammad SAW., menimbulkan kegembiraan dan kecintaan kepada beliau, serta berbahagian dengan kelahirannya.”.

As-Suyuty juga membantah perkataan “tidak diketahui sumber jelas atas maulid dalam Qur’an dan Hadits” dengan berkata; “tidak tahu akan sesuatu, tidak berarti tiadanya sesuatu itu”. Perlu diketahui, bahwa Ibnu Hajar sendiri mengatakan bahwa maulid nabi mempunyai sumber jelas dalam hadits. Sedangkan as-Suyuty justru menambahkan, bahwa bid’ah yang tercela itu jika tidak berdasarkan dalil syar’i menyangkut dalil-dalil pujian. Adapun jika berdasarkan dalil-dalil pujian, maka tidak bisa dikatakan tercela.

Al-Baihaqi meriwayatkan dari Imam Syafi’i; “Hal-hal yang muhdatsah (baru diada-adakan) terbagi dua, pertama; jika perbuatan baru yang bertentangan dengan Qur’an, Sunah, Atsar, dan Ijma, maka itulah bid’ah yang buruk. Kedua; dan jika perbuatan baru dari kebaikan selama tidak bertentangan dengan yang telah disebutkan, maka itu terpuji. Umar bin Khattab sendiri dalam mengomentari salat tarawih, berkata; inilah sebaik-baik bid’ah. Maksudnya, bahwa itu perbuatan baru tapi tidak tercela, jika tercela maka tentunya akan ditentang habis-habisan waktu itu”.

As-Suyuty berkata; “peringatan maulid nabi tidak bertentangan dengan Qur’an, Sunah, Atsar, dan Ijma’. Dengan demikian, maka perbuatan itu tidak tercela, sebagaimana yang dianulir oleh Imam Syafi’i. Justru, peringatan itu termasuk sebuah kebaikan yang tidak dikenal dimasa awal-awal Islam. Bukankah memberi makan secara ikhlas adalah sebuah kebaikan? Nah, itu berarti, peringatan maulid adalah bid’ah yang terpuji. Senada dengan apa yang dikatakan oleh al-‘Iz bin Abd as-Salam Sultan al-Ulama( beliau digelari rajanya para ulama)”.

Sedangkan berkumpulnya masyarakat demi menimbulkan syi’ar lahirnya sosok agung adalah perbuatan sunah dan ibadah. Karena lahirnya beliau adalah karunia paling besar bagi alam semesta. Dan syari’at mendukung segala perbuatan yang berdasarkan kesyukuran atas karunia Allah. Hal ini sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Ibn al-Haj dalam al-Madkhal; “karena pada bulan ini, Allah telah memberikan nikmat kepada kita dengan lahirnya tokoh besar yang disegani para orang-orang terdahulu, serta dielu-elukan oleh orang-orang setelahnya. Maka wajar bila kita mempersembahkan amal tambahan dibulan ini; ibadah dan kebaikan, demi rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas karunia yang istimewa ini”.

Adapun sumber dalil yang dijadikan oleh Ibn Hajar demi mengokohkan maulid nabi ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim; “Nabi ketika hijrah ke Madinah, didapatinya orang-orang Yahudi puasa di hari Asyura. Dengan alasan bahwa hari itu Firaun di tenggelamkan, dan nabi Musa diselamatkan. Maka puasa ini sebagai rasa syukur kami. Kata orang-orang Yahudi. Ibnu Hajar mengomentari; “hadits itu memberikan isyarat, bahwa sahnya perbuatan syukur di hari-hari tertentu karena nikmat atau karena terhindar dari bahaya dan lalu menjadikan itu rutinitas tahunan. Rasa syukur itu bisa dilakukan dengan cara; bersujud syukur, puasa, sadaqah dan tilawah Qur’an. Pertanyaannya, apakah yang lebih istimewa dari karunia dilahirkannya Nabi Muhammad SAW di hari itu?”.

Ibnu Hajar lebih menguatkan lagi tentang perayaan maulid ini, sebagaimana katanya; “hendaknya kita membatasi diri dalam koridor rasa syukur kepada Allah pada peringatan maulid itu, dengan cara membaca Qur’an, memberi makan, mendendangkan qasidah pujian kepada Nabi dan nasyid-nasyid yang menggetarkan jiwa dan lalu semangat berbuat kebajikan. Selama perbuatan itu demi rasa syukur lahirnya Nabi, maka tidak ada salahnya jika kita melakukannya”.

As-Suyuty menukil perkataan al-Hafidz Syamsuddin Ibn al-Jauzy dari kitabnya, Urfutta’rif Bil Maulud as-Syarif; “bahwa Abu Lahab diringankan azabnya di neraka setiap malam senin. Karena dia memerdekakan budaknya, Tsuwaibah, setelah budaknya itu mengabarkan berita yang membuatnya sangat gembira, karena lahirnya Nabi Muhammad SAW. Kalau saja Abu Lahab yang kafir, sosok yang sudah dicela oleh Qur’an perbuatannya, masih diringankan siksaannya, karena gembira pada malam lahirnya nabi, lalu bagaimana halnya jika yang bergembira itu adalah seorang muslim, seorang yang meng-Esa-kan Tuhan, seorang pengikut nabi Muhammad? Demi Allah, tiada balasannya kecuali Allah akan masukan dia dalam surga”.

Bersyair indah al-Hafidz Syamsuddin ad-Dimisqy dalam kitabnya, Maurid as-Shady Fi Maulud al-Hady;

Jika saja si kafir yang telah dicela dan telah ditetapkan masuk neraka jahim sekekal-kelanya.

Diringankan siksanya setiap hari senin selama-lamanya, hanya karena bergembira atas lahirnya Ahmad.

Lalu bagaimana nasibnya seorang hamba yang setiap umurnya berbahagia dengan lahirnya Ahmad dan lalu mati dalam aqidah yang benar. [5].

Mufti Mesir, Ali Jum’ah ikut mendukung maulid nabi dengan berkata; “Bisa juga kita menjadikan firman Allah; “dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah” [6]. Sebagai dalil perayaan maulid nabi. Karena tanpa diragukan lagi bahwa maulid nabi adalah salah satu dari hari-hari Allah. Dengan sendirinya, maka merayakan maulid nabi adalah mengejewantahkan perintah Allah. Kalau demikian halnya, maka peringatan itu bukan bid’ah. Bahkan terhitung sunah yang baik, kendatipun tidak pernah diadakan pada masa Rasulullah Muhammad SAW. [7].

Kita hendaknya ikut mengambil andil dalam perbuatan baik (maulid nabi) ini. Karena kita sangat mencintai Rasulullah. Bagaimana kita tidak mencintai beliau, sedangkan seluruh alam semesta sangat mencintainya. Bukankah kita makhluk hidup sedangkan pokok pohon kurma adalah benda mati, tapi dia menangis tersedu-sedu saking rindu dan cintanya kepada beliau. “Nabi khutbah berdiri dan menjadikan pokok pohon kurma sebagai sandaran, dan ketika nabi sudah lama berdiri, maka nabi meletakkan tangannya di pokok pohon kurma itu. karena semakin banyaknya jama’ah. Maka para sahabat membuatkan mimbar khutbah bagi Nabi. Suatu hari ketika nabi hendak berkhutbah dan menuju mimbar, melewati pokok pohon kurma, spontan pokok pohon itu menangis tersedu-sedu, sampai mesjid terguncang, dan pokok pohon itu mau terbelah, sambil terus menangis sekencang-kencangnya. Lalu Nabi turun dari mimbar dan mengelus-ngeluskan tangannya pada pokok pohon itu, lalu nabi merangkulnya, sahingga dia tanang dan terhenti dari tangisnya. Kemudian nabi memberikan dia pilihan; mau jadi pohon di surga yang akar-akarnya sampai ke sungai-sungai surga, atau menjadi pohon yang berbuah di dunia. Langsung saja pohon tersebut menjatuhkan pilihannya pada yang pertama. Kemudian Nabi berkata kepadanya; Aku akan lakukan insya Allah (sampai tiga kali nabi mengucapkannya). Lalu pohon itu menjadi tenang. Nabi kemudian berkata; Demi jiwaku ditangan-Nya, jika aku tidak memperdulikannya, maka dia akan menangis sampai hari kiamat karena rindunya kepada Rasulullah SAW.”[8].

Mufti Mesir, Ali Jum’ah dalam fatwanya mengatakan; “jika para ulama, yaitu Ibnu Hajar, Ibnu Jauzy, Suyuty, dan selain mereka, telah dengan jelas mendukung maulid Nabi. Juga bukti sejarah, bahwa maulid dirintis di Abad V Hijriah, maka kami memfatwakan; mustahabnya (terpuji) peringatan maulid Nabi karena sesuai dengan perbuatan umat (orang banyak) dan didukung oleh para ulama. Dengan catatan, bahwa peringatan itu tidak keluar dari ibadah; tilawah Qur’an, zikir, dan memberi makan. Jangan sampai peringatan maulid nabi menjadi ajang perbuatan-perbuatan tercela”. [9].

Aqulu Qauli Hadza Wa Astagfirullaha Li Wa Lakum

Salam,

*disarikan dari beberapa sumber. Mohon kritikan bila ada salah. :)

Admin:

Disalin dari Miling List GM2020

 

0 comments:

Gorontalo Corner

Template by : Faizal Kasim
RMGB Blog is Powered by Blogger-Image Hosting By TinyPic