Showing posts with label Kajian Gorontalo. Show all posts
Showing posts with label Kajian Gorontalo. Show all posts

[GM2020] Penyelusuran Sejarah Gorontalo

From: Bakri Arbie <*******kri@yahoo.com>

Yth Rekan-rekan SSG-Gtlo,
Dari books google dan sedikit membaca di Perpustakaan di Deakin dan Melbourne Uni ada beberapa info tentang sejarah Gorontalo. Kira-kira ditahun 1511 bisnis regional sudah cukup berkembang yaitu dengan Cina,Jepang di bagian Utara nusantara, sedangkan di bagian Barat,adalah rentetan Turki yang menguasai Timur Tengah, Persia yang menguasai Teluk Persia dan sekitarnya dan satu lagi kerajaan Moghul yang berbasis di India,ketiganya adalah negara Muslim. Sedangkan di Nusantara yang yang dianggap sudah kuat dalam percaturan bisnis maupun kekuasaan adalah Melayu,didaerah Sumatera,Riau dan Malaya,berikutnya adalah Jawa yang berbudaya tinggi dan begitu pula Bugis sudah memegang peranan bisnis dan jiwa maritimnya.Jadi ada tiga kekuatan Nusantara saat itu Melayu,Jawa dan Bugis.

Menurut sejarah bisnis saat itu bercampur dengan perampokan/pembajakan kalau kepepet. Nusantara sudah dimasuki budaya dan agama Hindu,Budha dan kemudian masuk Islam.

Bangsa Eropa yang pertama masuk ke Indonesia adalah Portugis dan Spanyol karena mereka sudah mmpunyai teknologi maritim dalam arti teknologi kapal dan navigasi yang lebih maju karena sering bertempur dan interaksi melawan armada negara Islam di Eropa.

Kemudian menyusul Belanda dan Inggeris yang tahap awal kalah,namun secara mantap dengan strateginya kedua negara ini kemudian menguasai Asia Tenggara.
Khusus tentang adanya 3 benteng di Gorontalo yaitu 1 di dekat danau Limbot dan 2 buah dekat Kwandang.

Menurut literatur yang menulis tentang Bugis,ternyata bisnis dari Jawa Timur melewati Makasar saat itu Jampandang menuju ke Utara lewat Filipina menuju ke Jepang dan Cina menumbuhkan jalur bisnis yang sebagian melewati laut dan sebagian melewati darat agar lebih cepat.Alasan lain lagi waktu itu dengan kapal layar antara Sulawesi dan Kalimantan pada bulan tertentu kurang angin sehingga kapal layar tidak jalan.

Jalur yang dibina orang Bugis dan Portugis saat itu adalah melewati darat dari Sulawesi Selatan memotong lewat Toraja,menyeberang Teluk Tomini ke Gorontalo dan dengan perahu menuju danau Limboto dan dari Limboto mendarat lagi Kwandang dan disambung ke Filipina menuju Cina dan Jepang. Informasi ini mejawab pertanyaan saya tentang perlunya benteng Otanaha yang menghadap ke danau Limboto.

Rupanya pengamanan perlu diperkuat pula karena ada suatu daerah di Atinggola yang orangnya garang dan sering merampok yaitu kerajaan Kaidipan selain adanya suku Moro yang berasal dari Filipina Selatan.

Satu hal yang membuat saya mencari Atinggola dari website booksgoogle dan ternyata ada penelitian tentang bahasa Atinggola oleh Ibu Mientje Kasim.Ternyata Atinggola adalah suatu daerah yang strategis di zaman dahulu. Mengingat pentingnya studi sejarah linguistik saya jadi ingin menghimbau Mbak Titien yang sedang belajar di Melbourne Uni untuk mempelajari,sejarah Gorontalo dari linguistik. Ternyata ada beberapa bahasa di Filipina yang mirip Gtlo ada past,present,future. Begitu pula pengaruh bahasa Portugis di Gtlo barangkali terjadi selama periode bisnis Utara Selatan masih masih berjalan lancar. Suku laut Bajau menurut sejarah adalah suku Wajo,Sulawesi Selatan yang mengembara kemana-mana,bahkan hingga Madagaskar dan pantai Afrika Timur.

Termasuk suku Bajau di Torosiaje saya kira berasal dari akar yang sama. Suku Bajau ternyata merupakan bagian dari kekuatan Maritim dari Bugis/Sulawesi Selatan.

Demikian sedikit kumpulan info yang perlu dikonfirmasi dan ditelusuri lebih lanjut oleh para ahlinya. Sebagai penutup,kami ucapkan Selamat Kongres Inovasi Gorontalo untuk Indonesia. Insya Allah berjalan lancar adanya.

__,_._,___

0 comments:

Daftar Disertasi utk Kajian Goorntalo di Perpustakaan IPB

Bagian ini berisi tentang Informasi Kajian yang  dilakukan untuk Daerah Gorontalo dan Disimpan/Terkatalog pada Perpustakaan Institut Pertanian Bogor Hngga Desember 2007.  Halaman ini akan diupdate setiap saat, Jadi sering-seringlah berkunjung atau Berlangganan Berita Ririungan untuk mendapatkan Informasi terkini...Salam.(Admin-Ical)logo-ipblogo-pemprov-gorontalo

  1. Analisis kebijakan pengembangan perikanan tangkap dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir selatan Gorontalo-- Penulis ; Nurdin Jusuf - 2005
  2. Akar penyebab kemiskinan menurut rumah tangga miskin dan strategi penanggulangannya: kasus di Kota Ambon Provinsi Maluku, dan di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo -- Penulis ; Eddy Chiljon Papilaya - 2006
  3. Analisis kapasitas perikanan tangkap dalam rangka pengelolaan armada penangkapan di Provinsi Gorontalo-- Penulis ; Abdul Hafidz Olii - 2007

 

0 comments:

Strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui "Perbankan Mikro", Studi kasus di Kabupaten Pekalongan Propinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Boalemo Propinsi Gorontalo

Bagian ini berisi tentang Informasi Kajian yang  dilakukan untuk Daerah Gorontalo dan Disimpan/Terkatalog pada Perpustakaan Institut Pertanian Bogor Hngga Desember 2007.  Halaman ini akan diupdate setiap saat, Jadi sering-seringlah berkunjung atau Berlangganan Berita Ririungan untuk mendapatkan Informasi terkini...Salam.(Admin-Ical)logo-ipblogo-pemprov-gorontalo

Penerbitan
2004;

Deskripsi Fisik
xiii,216 lembar, il., 30 cm..;

Subyek
Economics, Banking, Jawa Tengah, Pekalongan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Boalemo

Kata Kunci
;

Pembimbing
Kusumastanto, Tridoyo; Monintja, Daniel R

Abstrak bhs Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengkaji keadaan usaha masyarakat pesisir pada wilayah yang memiliki sumberdaya terbatas dan wilayah yang memiliki kelimpahan sumberdaya serta tingkat kesejahteraannya. (2) Mengidentifikasi faktorfaktor yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat pesisir dalam mengatasi kondisi ketidakberdayaan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya melalui pemanfaatan sumberdaya perikanan. (3) Mengkaji strategi pemberdayaan masyarakat pesisir melalui model "perbankan mikro" sebagai salah satu kebijakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan pendapatan riil masyarakat pesisir dalam rangka tercapainya pengelolaan wilayah pesisir terpadu. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu: Pertama, Pendapatan riil masyarakat pesisir di dua lokasi penelitian berada dibawah upah minimum regional/Upah Minimum Propinsi (UMR/UMP). Pendapatan riil masyarakat pesisir di Kabupaten Pekalongan sebesar Rp.217.500,- per bulan sedangkan UMR/UMP sebesar Rp.315.000,--. Di Kabupaten Boalemo, pendapatan riil masyarakat pesisir sebesar Rp.258.500,-- per bulan, sedangkan UMR/UMP sebesar Rp.375.000,--, Kedua, dari hasil penelitian dan scoring dengan menggunakan tujuh (7) indikator variabel indikator kesejahteraan terhadap dua lokasi obyek penelitian, menunjukkan bahwa kedua daerah tersebut masuk dalam kategori miskin sehingga perlu diberdayakan. Ketiga, Pemberdayaan Ekonomi masyarakat pesisir melalui perbankan mikro agar efektif implementasinya dengan menggunakan pendekatan analisis strategi generic, maka untuk Kabupaten Pekalongan difokuskan pada sektor Hilir, sedangkan untuk Kabupaten Boalemo difokuskan di sektor Hulu. Saran-saran berdasarkan kesimpulan adalah sebagai berikut: Pertama, Agar pemberdayaan ekonomi nelayan tradisional melalui perbankan mikro dapat berhasil, besamya suku bunga maksimum 15 persen serta diperlukan iklim bisnis yang kondusif dengan mengedepankan komitmen dan kebijakan keberpihakan tanpa mengesampingkan aspek Prudential. Kedua, program pendampingan mutlak diadakan dalam rangka supervisi bidang manajemen, pemasaran serta berperan sebagai pengendali pelaksanaan perbankan mikro. Ketiga, masyarakat pesisir sudah saatnya diposisikan sebagai salah satu segmen dalam komunitas sosial yang dapat dipercaya "be trusted" sehingga berpotensi menjadi sektor unggulan, pasar kini dan pasar masa depan yang prospektif dan menjanjikan "lucrative".;

Abstrak bhs Inggris
This study aims at: (1) analysing the business conditions of the coastal society in the area having limited resources and in the area having abundant resources, and their level of welfare, (2) Identifying the factors influencing the welfare of the coastal society in handling the lack of empowerment to fullfill their living needs through the making use of fishery resources, and (3) analysing the strategy for empowering the coastal society through "micro banking" model, as one of the effective intervention policies, to increase their real earnings in order to a achieve the integrated coastal area management.The result of the study shows that: (1) The real earnings of the traditional fisher in the two locations of study is under the regional minimum wage/provincial minimum wage (RMW/PMW). The real earnings of the coastal society in Pekalongan Regency is of Rp. 217.500,- per month. While their RMW/PMW is of Rp. 315.000,-. In Boalemo Regency, it is of Rp. 258.000 per month, while the RMW/PMW is of Rp. 375.000,-. (2) Using seven indicator variables, the welfare indicator in the two locations of study shows that both locations are within the poor category, so they need to be empowered, (3) To make tbe empowering of the traditional fisher economy through micro banking effective, by using the generic strategic analysis, for Pekalongan Regency it is focused on the downstream sector, while for Boalemo Regency it is focused on the upstream sector. From the result of study it is suggested that: (1) To make the empowering of the coastal society economy through micro banking successful, the amount of the maximum interest rate should be 15 percent and there should be a conducive businees climate that puts forward the commitment and the taking sides policy without neglecting the prudential aspect. (2) The assistantship program must be conducted in supervising the management and the marketing and also in playing the role as the micro banking controller. (3) It is the time for the coastal society to be positioned as one the segments in the social community which can "be trusted" so it has the potenstial to be the primary sector, the current market and the prospective and "lucrative" future market.;

Kode Lokasi;

336.71
EDY s

0 comments:

Gorontalo Corner

Template by : Faizal Kasim
RMGB Blog is Powered by Blogger-Image Hosting By TinyPic