Showing posts with label Science. Show all posts
Showing posts with label Science. Show all posts

Virgin Coconut Oil - Obesitas - Herbal - Riset

Posted at at 3:17 AM on
May 29, 2008
Posted by Unknown Filed under: , 2 comments Readmore »»

Masih segar ingatan tentang fakta dari fenomena minyak "ajaib" penyembuh yang diulas sebelumnya, kini dihadirkan lagi fakta lain dari "fenomena" penyebuhan dari si ajaib ini.

Cerita ini bermula sebagai berikut;

 

"Belakangan ini Hj Empat Pathonah terlihat begitu sibuk memesan busana baru pada penjahit langganan. Itu bukan semata-mata karena Idul Fitri datang menjelang. Baju-baju milik Pathonah yang tersimpan di lemari kedodoran semua. Maklum ibu 3 anak itu kini memang menjadi lebih langsing. Dua bulan rutin mengkonsumsi virgin coconut oil, bobot tubuh melorot dari 77 kg menjadi 72 kg."

 

Perubahan itu jelas membuat kelahiran 16 Juli 1951 itu senang bukan kepalang. Saat masih berbobot 77 kg, Pathonah kerap merasa tersiksa. "Kaki dan paha gampang pegal, tangan terasa kaku," tuturnya. Buat Pathonah, tubuh yang ekstrabesar terasa berat dibawa ke sana ke mari.

Belum lagi bila letih luar biasa mendera. Tekanan darah melonjak hingga 150 mg/dl. Kepala pun berdenyut. Kalau sudah begitu aktivitas sehari-hari ibu 3 anak itu sebagai bidan di sebuah puskesmas di pusat kota Tasikmalaya menjadi terganggu. Bobot tubuh di atas ideal membuat istri HR Ruchiat itu kerap merasa kurang percaya diri. Lemak menumpuk di kaki, tangan, dan perut. "Kalau paha dipijit kelihatan seperti kulit jeruk. Tebal dan pori-porinya besar-besar, tanda banyak lemak," kata Pathonah.

Obesitas

Menurut Prof Dr Walujo Soerjodibroto MSc, PhD, SpG-pakar gizi dari Universitas Indonesia, bobot badan seseorang dikatakan ideal bila rasio bobot dibagi pangkat dua tinggi tubuh dalam meter berada di kisaran 18,5-23. "Bila rasio di atas 23 sampai 29 disebut kelebihan bobot alias overweight. Lebih dari 30 sudah dikatakan obesitas," kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Dengan tinggi tubuh 158 cm dan bobot 77 kg, rasio bobot per tinggi badan dalam meter pangkat dua Pathonah adalah 32,05. Artinya, perempuan yang 32 tahun berprofesi sebagai bidan itu termasuk kategori penderita obesitas. Idealnya bobot Pathonah sekitar 58 kg.

terjadi bila makanan atau kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak daripada kebutuhan. Mestinya kalori diubah menjadi energi. Lantaran tidak terpakai, kelebihan itu disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Menurut Walujo, pada manusia modern penumpukan lemak lebih mudah terjadi. Itu lantaran pola konsumsi yang banyak mengandung lemak tapi aktivitas fi sik berkurang. Di Indonesia pola makan salah jadi penyebab utama obesitas. Sementara faktor keturunan cuma punya andil sekitar 3%.

Obesitas tak sekadar membuat tubuh menjadi ekstrabesar. Penderita kelebihan bobot badan berisiko mengalami gangguan metabolisme karbohidrat sehingga kadar gula darah meningkat. Asam urat dan sebagian fraksi lemak tubuh ikut naik. Obesitas pun faktor risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, misal stroke.

Coba herbal

Pantas bila Pathonah getol mencoba berbagai cara untuk melangsingkan tubuh. Saran untuk menyeruput seduhan mahkota dewa Phaleria macrocarpa dituruti. Mengkonsumsi brotowali dan sambiloto yang bercitarasa pahit tidak jadi halangan. Yang penting bobot tubuh bisa susut. Efeknya bobot badan memang berkurang, tapi penurunan tidak signifi kan. Untuk mencoba obat-obatan pelangsing, nenek 3 cucu itu enggan. "Takut ada efek sampingnya," kata Pathonah.

Berikutnya, ia mencoba mengubah pola makan. Makanan mengandung lemak seperti daging, jeroan, dan usus dihindari. Ia lebih banyak mengkonsumsi berbagai jus seperti jambu batu, apel, wortel, ditambah nanas. Sari buah dan sayuran itu diseruput pagi atau malam hari sebagai pengganti sarapan dan makan malam. Pathonah memang membatasi diri untuk tidak makan setelah Maghrib.

Segala daya upaya itu tidak mudah dilakukan. Maklum orang obesitas biasanya memiliki napsu makan tinggi. "Ini lantaran sel-sel livernya tidak mampu memantau keadaan di sekitar," ujar Walujo. Normalnya pada saat seseorang makan banyak, maka gula dan lemak darah naik. Otomatis hati bakal menyetop produksi lemak. Namun, pada penderita obesitas, sel-sel liver sudah tumpul karena terlalu sering digempur oleh kelebihan makanan. Jumlah lemak di dalam tubuh pun tidak terpantau tepat. Akibatnya, hati terus memproduksi lemak karena tidak ada sinyal untuk menyetop produksi.

Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari pada Agustus, Pathonah menghadiri sebuah acara rapat kerja kebidanan di Bandung. Di sela-sela acara itu ada presentasi mengenai virgin coconut oil. Di sana dipaparkan bahwa minyak dara berkhasiat bagi kesehatan, termasuk di antaranya mengatasi obesitas.

Tanpa banyak pertimbangan perempuan 54 tahun itu langsung mencoba. VCO diminum 2 kali sehari masingmasing 1 sendok makan. Itu dibarengi dengan pola konsumsi sehat. Hasilny a ,dalam hitungan 2 bulan bobot tubuh melorot dari 77 kg menjadi 72 kg alias turun 5 kg. "Baju-baju sekarang longgar semua ," kata Pathonah. Lemak yang menumpuk di paha dan pangkal lengan berangsur hilang. Hanya di bagian perut yang masih terlihat gemuk. Saat bobot turun, tekanan darah pun ikut terkontrol. Kini tekanan darahnya bertahan di angka 130 mg/dl.

Cepat dibakar

Peran minyak perawan mengatasi obesitas adalah sebuah keniscayaan. Minyak kelapa murni terdiri atas rangkaian asam lemak rantai sedang (medium chain fatty acid , MCFA). Begitu dikonsumsi, MCFA langsung masuk ke dalam hati. Di sana ia langsung diubah menjadi energi sehingga tidak disimpan dalam tubuh sebagai lemak. MCFA mudah dicerna dan diserap oleh usus karena ukuran molekul relatif kecil.

"Saat minyak kelapa memberi energi dengan cepat, jaringan tubuh kita menjadi kenyang," kata Walujo. Seseorang jadi tidak merasa lapar waktu makan tiba. Proses pembakaran menyebabkan suhu badan orang yang mengkonsumsi minyak kelapa menjadi lebih tinggi ketimbang mereka yang tidak. Kondisi ini menyebabkan tubuh memerlukan energi lebih banyak yang didapat dari cadangan lemak.

Lama-kelamaan reflek rasa lapar dan kenyang menjadi
normal. Bahkan dengan asupan makanan sedikit saja, ia sudah merasa kenyang. MCFA
pun mendorong pembakaran LCFA (long chain fatty acid )-penyebab obesitas-seperti yang terkandung dalam minyak sayur. Pada akhirnya bobot badan pun susut.

Riset

Pernyataan guru besar Fakultas Kedokteran UI itu sejalan dengan hasil penelitian di MacGill University. Riset yang dimotori oleh Dr Marie Pierre St Onge dan Peter Jones itu menyebutkan penggantian konsumsi minyak jagung dan minyak keledai dengan minyak kelapa menyebabkan penurunan bobot antara 5-16 kg dalam setahun. Padahal kalori yang diasup sama. Ini lantaran VCO membakar lebih banyak kalori saat metabolisme tubuh meningkat.

Penelitian lain dilakukan dengan menggunakan hewan perobaan. Dalam riset 3 kelompok obyek diberi perlakuan berbeda. Yaitu, perlakuan diet rendah lemak, diet lemak tinggi yang mengandung long chain trigliserid (LCT), dan diet lemak tinggi yang mengandung medium chain trigliserid(MCT) selama 44 hari.

Hasilnya, hewan dengan diet lemak rendah menyimpan rata-rata 0,47 g lemak per hari, kelompok ke-2 0,48 g per hari, sedangkan yang diet lemak tinggi mengandung MCT hanya 0,13 g per hari. Penelitian itu menunjukkan jika minyak mengandung MCT menjadi pengganti diet LCT maka tubuh mengalami penurunan dalam menyimpan lemak. MCT pun lebih efektif dalam menyimpan lemak daripada diet rendah lemak.

Pantas bila Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, menggunakan minyak dara dalam terapi penurunan bobot badan. Ia menganjurkan konsumsi 1 sendok teh VCO 3 kali sehari untuk mereka yang mengalami obesitas seperti pada kasus Pathonah. Namun, Lina mengingatkan penurunan bobot sebaiknya tidak drastis.

"Penurunan 5 kg masih normal, kalau 5 kg dalam sebulan jangan," tuturnya. Penyusutan drastis menyebabkan kulit kendur, menghitam, wajah keriput, dan pori-pori menumpuk. Menurut Walujo penurunan bobot dengan VCO, 2 ons per minggu. Supaya tidak ada efek samping, terapi minyak dara mesti dibarengi dengan konsumsi vitamin B dan E untuk menjaga kekencangan kulit. Meminum jus secara rutin dan berolahraga teratur patut dijalankan. (Evy Syariefa/Peliput: Lastioro Anmi)

Sumber : www.trubus-online.com

Pingin dapat info lain seputar fakta fenomena minyak VCO sebagai penyembuh?, liat aja link berikut;

2 comments:

Sekitar Fakta tentang VCO sebagai Phenomena Minyak Penyembuh (Temuan baru)

Posted at at 2:39 AM on
May 14, 2008
Posted by Unknown Filed under: 1 comments Readmore »»

Anda pernah nonton "Lorenzo Oil"?. Film true story tentang ditemukannya minyak yang dapat menyembuhkan penyakit yang tadinya tidak bisa disembuhkan. Bila ya, anda tentu tidak akan heran dengan ditemukannya minyak VICO (virgin coconut oil) yaitu minyak kelapa perawan yang diolah tidak dengan dipanaskan dan memiliki khasiat penyembuhan luar biasa. Adalah Doktor Bambang Setiaji dari UGM yang kini 'mengangkat' kembali minyak kelapa ini, setelah melalui proses penelitian sangat lama. Kesedihan karena kematian anak membuatnya mencari sesuatu.

 
Saat 'berselancar' di-internet dia mendapat informasi mengenai coconut oils yang di AS mulai dicoba sebagai salah satu obat menanggulangi virus, termasuk HIV. Doctor pengelola Laboratorium Fakultas MIPA UGM kini mengubah wajah minyak kelapa dari anggapan sebagai 'pembunuh' menjadi 'juruselamat'. Dengan teknologi murah, lebih cepat prosesnya dan yang paling menarik minyak ini bisa awet sampai lebih dari 5 tahun. Virgin coconut oil yang telah memperoleh ijin Depkes dan lolos uji laboratorium Sucofindo ini dikemas dalam botol kecil 100 ml.
 
Benarkah VICO berkhasiat? Sekalipun baru 'jual jamu' ternyata 3.000 botol produk yang dibawa, ludes terjual dalam sebuah pameran di Jakarta, April 2004 lalu. Secara tidak langsung ada pembeli asal Klaten, penderita Hepatitis-C yang sudah parah. Konon, orang ini kemudian meminum sehari 3 kali satu sendok teh. "Ia merasa badannya segar. Lantas setelah 2 minggu ia ke dokter, dokter itu heran serta menyatakan bila 75 % virusnya telah hilang, mati," katanya. Toh orang yang kemudian diketahui bernama Suharno ini belum mau mengaku kepada dokter tentang apa yang dilakukannya. Ketika sudah 5 minggu, Suharno kembali ke dokter dan dinyatakan sembuh. Barulah ia bercerita soal VICO tersebut.
 
Demikian pula dengan Lidia Ruswanti, 45 tahun yang pernah diopname dan sering berobat kedokter, setelah mengkonsumsi minyak yang disebut-sebut sebagian pakar sebagai minyak dieter paling sehat didunia ini selama 10 hari, kondisi tubuhnya yang mengidap penyakit TBC menunjukkan perbaikan yang menggembirakan.
 
Sementara seorang dokter ahli jantung di Jakarta telah mencobakan pada 15 pasien yang sudah divonis by-pass (operasi pembuluh koroner). Setelah di-treat dengan VICO, minyak yang mengandung sampai 53% Lauric Acid ini selama 3 minggu, 12 di antaranya dinyatakan tidak perlu by-pass dan sembuh.
 
Lauric Acid adalah asam lemak rantai karbon sedang atau Medium Chain Fatty Acid (MCFA) yang bermanfaat untuk membunuh virus dan bakteri, melarutkan kolesterol, memperbaiki dinding pembuluh darah yang rusak dan bisa membantu pelangsingan tubuh secara alami.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa dengan pengolahan baru ini tidak mengandung kolesterol. Prof John Kabara dari Michigan University AS malah menyatakan bahwa asam lemak pada virgin coconut oil ini mirip dengan asam lemak pada air susu ibu (ASI) yang memberikan ketahanan tubuh dan berefek membunuh virus. Karena itulah di AS pengidap HIV dianjurkan mengkonsumsinya.
 
Murray Price, Ph.D. Pakar pengobatan alternatif lulusan Hawaii School of Medicine menulis tentang minyak ini "The Healing Miracle of Coconut Oil" yang telah diterjemahkan dalam bah. Indonesia: "Terapi Minyak Kelapa". Koran KOMPAS pada Selasa, 13 April 2004 memuat tulisan berjudul: "Manfaat Virgin Coconut Oil bagi Kesehatan Masyarakat". Majalah TEMPO dalam rubrik Ilmu & Teknologi, 15 Juli 2004, juga mengangkat temuan baru ini dengan judul: "Dari Kolesterol hingga Hepatitis". TRUBUS, Agustus 2004, turut mengekspose phenomena ini dengan judul "Virgin Coconut Oil dan Serangan Jantung" .
 
INFORMASI ILMIAH TENTANG MINYAK KELAPA MURNI
Dari buku "Coconut Oil For Your Health" oleh Murray Price, Ph.D", pakar pengobatan alternatif lulusan Hawaii School of Medicine, terungkaplah fakta dan kebohongan pers Barat tentang minyak kelapa dan minyak sayur (minyak jagung, minyak kedele, minyak canola, minyak bunga matahari dll) yang selama ini digembar gemborkan "sehat".
 
  1. "Minyak sayur (corn oil, soy beans oil, cotton seed oil, almond oil, canola oil, flaxseed oil, safflower oil) sangat sehat dan baik untuk jantung" (bohong). Minyak sayur yang dipropagandakan oleh media Barat yang didanai oleh bisnis jutaan dolar dari produsen minyak sayur ternyata sangat tidak stabil dan mudah sekali teroksidasi apalagi ketika dipanaskan sewaktu masak maka ia akan berubah menjadi toxic trans fatty acids dan free radical yang bekerja seperti racun didalam tubuh.
  2. "Minyak kelapa perawan adalah minyak jenuh yang sangat berbahaya bagi jantung" (bohong). Ini adalah propaganda produsen minyak sayur agar minyak tropis tidak laku di Barat. Padahal ironisnya hampir semua RS di AS menggunakan Lauric Acid (asam lemak jenuh rantai carbon 12) yang diambil dari MCFA (Medium Chain Fatty Acid) dari minyak kelapa virgin. Ironisnya para ahli medis didunia hanya membebek dan menelan mentah-mentah informasi bohong ini tanpa didukung oleh penelitian ilmiah.
  3. Fakta, bahwa Capric Acid (asam lemak jenuh rantai carbon 10) dari MCFA yang terkandung di- VICO (virgin coconut oil) digunakan sebagai suplemen dengan nama Capricidin untuk memerangi virus HIV di AS.
  4. Fakta bahwa Lauric Acid yang terkandung dalam VICO dibuat suplemen menjadi Lauricidin dan Monolaurin untuk mengobati orang yang sakit parah dan mengobati bayi yang terserang infeksi berbahaya.
  5. Fakta bahwa MCFA dalam VICO mengandung 48% Lauric Acid, 7% Capric Acid dan 8% Caprilyc Acid (asam lemak rantai carbon 8). Satu sendok makan VICO mengandung 7 gram lauric acid sedang satu suplemen Lauricidin hanya mengandung lauric acid 300mg per kapsul.
  6. Fakta bahwa MCFA dalam VICO berguna untuk membantu metabolisme tubuh, menurunkan kolesterol jahat, menetralisir radikal bebas, membersihkan arterosclerosis atau plak penyumbatan pembuluh darah, mencegah platelet atau penggumpalan darah penyebab serangan jantung, super antimikroba yang sekaligus bisa membunuh bakteri dan virus yang menyerang dinding pembuluh darah.
  7. Fakta bahwa minyak kelapa murni telah mendapat pengakuan FDA di AS dan masuk daftar GRAS (Generally Regarded As Safe) yang tidak didapat oleh minyak sayur.
  8. Fakta bahwa minyak kelapa murni sangat baik untuk jantung karena mencegah plak pembuluh darah, mencegah pelengketan darah atau platelet dan memulihkan luka didinding pembuluh darah yang disebabkan oleh kolesterol jahat, kalsium, free radical, homocystein (asam amino yang terdapat dalam daging merah, kuning telur, jeroan dan susu full cream) serta bakteri dan virus.
  9. Fakta bahwa ternyata semua minyak sayur terkecuali minyak zaitun (olive oil) dan minyak ikan ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan, karena minyak sayur mudah terosidasi dan berubah menjadi trans fatty acid yang dapat memicu stroke, serangan jantung, darah tinggi dan gagal ginjal. Sedang minyak kelapa murni yang tinggi kandungan MCFA sangat baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
  10. Fakta bahwa pada tahun 1996, Chris Dafoe penderita AIDS parah dari Cloverdale, Indiana, AS yang sudah divonis mati ternyata hanya dalam 5 minggu setelah setiap hari mengkonsumsi minyak kelapa murni yang diberikan oleh suku Indian dipedalaman Suriname dinyatakan bahwa virus HIV dalam darahnya tidak lagi bisa dideteksi alias sembuh.
  11. Fakta bahwa minyak kelapa murni telah banyak membuktikan dirinya sebagai penyembuh yang ajaib dalam banyak penelitian ilmiah dan studi klinis di AS tetapi selalu diperangi dengan propaganda minyak sayur demi untuk kepentingan bisnis jutaan dolar mereka dan untuk mematikan bisnis minyak tropis (minyak kelapa).
  12. Fakta bahwa kanker, stroke, hipertensi, gagal ginjal dan serangan jantung yang mewabah di Barat ialah karena mereka paling rajin mengkonsumsi minyak sayur yang dikatakan "sehat" padahal menjadi racun yang merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan arteriscleroris atau plak penyumbatan pembaluh darah dan merusak kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Daftar pustaka:

Bruce Fife, N.D., Eat fat, Look Thin: A Safe and Natural Way to Loose Weight Permanently, Health Wise Publication, 2002.

Mary G. Enig, Ph.D., Know Your Fat: The Complete Primer for Understanding the Nutrition of Fats, Oils, and Chlolesterol, Bethesda Press, 2000.

Charles T. McGee, M.D., Heart Fraud: Uncovering the Biggest Health Scan in History, Health Wise Publication, 2001.

Virgin Coconut Oil atau Minyak Kelapa Murni kini di Produksi oleh Laboratorium MIPA UGM Yogyakarta.

 

1 comments:

Ular Berkaki Terekam Dalam Fosil - "Upaya blowup yang dipaksakan terhadap Teori Evolusi Darwin"

Posted at at 10:33 PM on
Apr 13, 2008
Posted by Unknown Filed under: Be the first to leave a comment! Readmore »»

Menyimak berita sain kompas;

LONDON, KAMIS - Sebuah fosil yang ditemukan di Lebanon sangat benilai ilmiah tinggi karena dengan jelas menggambarkan seekor ular berkaki. Fosil seperti ini, yang diyakini sebagian ilmuwan sebagai peralihan antara reptil purba dan ular sebagai reptil tak berkaki, ini hanya ada beberapa di dunia.
Hewan yang terekam dari fosil tersebut memilih tubuh memanjang sekitar 85 centimeter. Para ilmuwan memberinya nama spesies Eupodophis descouensi.  Hewan ini diperkirakan hidup di Zaman Cretaceous, sekitar 92 juta tahun lalu. Fosil yang ditemukan di daerah al Nammoura, Lebanon tahun 2000 itu tidak dalam kondisi utuh. Sebagian ruas tulang belakangnya telah hilang. Bagian ekornya juga sudah terpisah dan berada di dekat kepalanya.
Namun, para peneliti masih bisa melihat dengan jelas adanya tulang-tulang yang kemungkinan besar menyusun salah satu kaki belakangnya. Tulang-tulang tersebut hanya sepanjang 2 centimeter dan diperkirakan tidak digunakan untuk berjalan. Dengan pemindai sinar-X, baru-baru ini para peneliti dari European Light Source (ESRF) di Grenoble, Prancis bahkan dapat melihat kaki pasangannya yang tak terlihat di balik batu.         
"Kami yakin ia punya dua kaki, bahkan sungguh mengejutkan bisa melihatnya, dan kami berharap menemukan karakteristik lainnya yang belum dapat kami lihat pada bagian tubuh lainnya," ujar Alexandra Houssaye dari National Museum of Natural History, Paris. Bagi penganut paham evolusi, fosil tersebut dapat menjawab sejarah perkembangn ular.
Bukti-bukti fosil tertua yang ditemukan sejauh ini memperkirakan bahwa ular mulai berkembang sekitar 150 juta tahun lalu. Namun, bagaimana proses perkembangannya, setidaknya ada dua teori yang masih diperdebatkan. Sebagian ilmuwan berpendapat ular berkembang dari reptil darat dan mulai beradaptasi setelah menjelajahi perairan. Pendapat lainnya, ular memang berkembang dari reptil air.
Ilmuwan yang percaya ular berkembang dari reptil berkaki mengutakan argumennya dengan karakteristik ular primitif yang masih hidup sampai sekarang. Ular boa dan phyton, misalnya, memiliki sepasang struktur tulang di dekat ujung ekornya yang diperkirakan sebagai sisa kaki yang tidak lagi berkembang.
Namun, tetap saja ada kelompok ilmuwan yang tidak percaya kepada teori evolusi. Umumnya mereka yakin bahwa setiap alat tubuh diciptakan sesuai fungsinya, seperti sepasang tulang pada ular boa dan phyton yang saat ini diketahui digunakan untuk mengapit pasangan saat kawin. Pendapat mana yang benar? Hanya sains yang kelak dapat menjawabnya.(BBC/WAH/)

Hasil temuan ini (sayang gak ada info sumber langsungnya) bagi saya pribadi adalah upaya blowup yang dipaksakan dari penganut paham Evolusi Darwin (Yang udah Hancur Lembur, ).  Beberapa bukti, misalnya tayangan dan keberadaan jenis hewan ini (Baca: di Sulawesi/Gorontalo, Maluku, dan Irian) sudah sangat membuktikan bahwa jenis ular berkaki emang sudah ada dari dulunya dan tetap ada hingga kini di beberapa daerah tertentu.

 

0 comments:

Gorontalo Corner

Template by : Faizal Kasim
RMGB Blog is Powered by Blogger-Image Hosting By TinyPic